berita  

WWF Mendorong peningkatan kualitas infrastruktur air

WWF Mendorong peningkatan kualitas infrastruktur air
WWF Mendorong peningkatan kualitas infrastruktur air

Rilidigital – World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali tahun depan akan mendorong peningkatan kualitas infrastruktur pengelolaan air, menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

Ia mengatakan bahwa Indonesia harus memanfaatkan acara ini sebaik-baiknya untuk memamerkan kemampuannya kepada dunia dan meningkatkan kualitas infrastruktur pengelolaan air domestiknya.

“Kami berharap Forum Air Dunia ke-10 ini akan membawa kita ke depan yang lebih baik,” kata

Hadimuljono dalam keterangan yang di keluarkan, Minggu.

Di tambahkannya, forum tersebut juga akan menjadi peluang penting bagi Indonesia

untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra domestik dan internasional.

Forum Air Sedunia ke-10 di Bali akan di adakan dengan tema “Air untuk Kemakmuran Bersama” dan

akan menampilkan diskusi panel dengan sub-tema seperti “Air untuk Manusia dan Alam”, “Keamanan

dan Kemakmuran Air”, dan “Pengurangan Risiko Bencana”. dan Manajemen.”

Forum ini di harapkan dapat menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berbagi ide,

praktik terbaik, dan solusi atas tantangan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Sementara itu, Presiden World Water Council (WWC) Loïc Fauchon mengatakan optimistis

Indonesiaakan menjadi tuan rumah yang baik dan mendorong komunitas global untuk bersama-sama mencari solusi bersama untuk masalah air global.

Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia di harapkan dapat menjadi contoh

bagi negara-negara lain khususnya di kawasan dalam pengelolaan air, ujarnya.

“Kami berharap Forum Air Dunia ke-10 ini menjadi wadah untuk bertukar informasi tentang masalah

air dan mencapai kesepakatan bersama tentang pengelolaan air yang baik,” ujar Fauchon.

Forum Air Dunia ke-10 akan berlangsung pada 18-24 Mei 2024 dan di perkirakan akan di hadiri oleh

10.000 delegasi dan 30.000 peserta yang mewakili berbagai kelompok kepentingan dari 172 negara.

Jasa Rilidigital