berita  

Watchdog Menyerukan Kampanye Pemilihan Ramah Penyandang Cacat

Watchdog Menyerukan Kampanye Pemilihan Ramah Penyandang Cacat
Watchdog Menyerukan Kampanye Pemilihan Ramah Penyandang Cacat

Rilidigital – Watchdog Menyerukan Kampanye Pemilihan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta partai politik dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan sosialisasi dan kampanye Pemilu 2024 ramah di fabel.

Mencontohkan, Wakil Ketua Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, salah satu upaya

yang bisa di lakukan adalah menambahkan interpretasi bahasa isyarat dalam konten video.

Hal itu di sampaikannya dalam talk show bertajuk “Pemilihan Umum Ramah HAM, Apa Syaratnya?”

Talkshow tersebut di tayangkan di kanal YouTube Berita KBR pada Rabu lalu.

Selama ini materi-materi yang di siapkan untuk sosialisasi dan kampanye terkait pemilu mengandalkan

kemampuan masyarakat untuk melihat, misalnya poster dan spanduk yang tidak dapat di akses oleh

penyandang tuna netra, kata Tanthowi.

Untuk itu, dia meminta partai politik dan KPU mengembangkan ide kreatif agar konten yang mereka

buat dapat di akses oleh penyandang di sabilitas.

Menurutnya, sosialisasi terkait penyelenggaraan pemilihan umum masih sangat terbatas.

“Tidak semua masyarakat kita, tidak hanya di pedesaan, tetapi juga di perkotaan, telah mendapatkan

informasi pemilu dari pemerintah, penyelenggara pemilu, dan partai politik,” ujarnya.

Untuk itu, sosialisasi penyelenggaraan pemilu menjadi tugas KPU dan partai politik sebagai pemangku kepentingan utama.

Pemilihan Umum di jadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2024.

KPU mengumumkan 18 partai politik peserta pemilu pada 14 Desember 2022.

Saat ini, parpol sedang menjalani proses verifikasi calon anggota legislatif di pusat dan daerah serta

calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sementara pendaftaran calon presiden dan wakil presiden akan di buka pada Oktober 2023.

Masa kampanye politik di mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

 

Jasa Rilidigital