Wakil menteri tinjau harga bahan pokok di pasar Jimbaran

Wakil menteri tinjau harga bahan pokok di pasar Jimbaran
Wakil menteri tinjau harga bahan pokok di pasar Jimbaran

RILIDIGITAL.COMWakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengunjungi para pedagang di Pasar Desa Tradisional Jimbaran, Bali,

untuk mendengarkan keluhan dan saran mereka serta meninjau harga beberapa bahan pokok,

termasuk beras, telur, cabai, bawang, minyak, dan daging ayam.

Beberapa pedagang yang berkesempatan berbincang dengan Sambuaga,

mengatakan bahwa harga beberapa bahan pokok seperti cabai rawit merah dan bawang merah terus mengalami kenaikan

selama Hari Raya Nyepi dan hari pertama Ramadhan.

Sementara itu, pedagang lain, terutama yang menjual minyak goreng kemasan dengan harga terjangkau, Minyakita, mengatakan bahwa permintaan akan minyak goreng kemasan cukup tinggi, tetapi pedagang terkendala oleh stok yang terbatas.

Sambuaga memastikan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menjaga harga-harga bahan pokok.

Wakil Menteri Perdagangan menilai bahwa adalah hal yang wajar jika harga beberapa bahan pokok berfluktuasi menjelang dan selama hari-hari besar keagamaan nasional.

Secara umum, harga-harga bahan pokok di Pasar Desa Adat Jimbaran stabil, meskipun harga beberapa komoditas mengalami kenaikan dan harga beberapa komoditas lainnya mengalami penurunan, katanya.

“Stok bahan pokok aman. Minyak goreng, cabai, bawang putih, bawang merah, tepung terigu, dan telur tersedia dalam jumlah yang cukup,” katanya.

Wakil menteri tinjau harga bahan pokok di pasar Jimbaran

Dia mencatat bahwa beras premium dijual dengan harga Rp13 ribu per kilogram; gula pasir Rp13.500 per kilogram; daging ayam Rp35 ribu per kilogram; dan telur ayam Rp28.300 per kilogram.

Selanjutnya, tepung terigu Rp13.500 per kilogram, cabai merah besar Rp35 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp75 ribu per kilogram, bawang merah Rp35 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp30 ribu per kilogram, katanya.

Beberapa pedagang di pasar tersebut mencatat harga cabai rawit merah, per Sabtu, masih cukup tinggi, yakni di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, sedangkan harga normalnya Rp50 ribu per kilogram.

Sementara itu, beberapa pedagang menyebutkan adanya sedikit kenaikan harga bawang merah, dari biasanya Rp28 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

“Kami akan terus melihat perkembangan harga dalam satu atau dua hari ke depan. Mudah-mudahan harganya bisa turun,” kata Sambuaga.

Berbicara sehubungan dengan ketersediaan Minyakita,

wakil menteri mencatat bahwa pemerintah telah meningkatkan pasokan nasionalnya,

dari 300 ribu ton per bulan menjadi 450 ribu ton per bulan.

“Kementerian Perdagangan akan terus memantau ketersediaan dan pasokan Minyakita di tingkat distributor dan agen. Saya mendengar dari para pedagang bahwa dalam beberapa hari terakhir ini, ada peningkatan permintaan terhadap Minyakita,” ujar Mendag.

Jasa Rilidigital