Vonis Ringan Richard Eliezer

Bharada E divonis dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

RILIDIGITAL – Sobat RILI, Vonis Ringan Richard Eliezer. Terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E divonis dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menilai Richard Eliezer atau Bharada E telah terbukti bersalah. Turut serta melakukan pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Josua.

Ketua majelis hakim Wahyu Iman Santoso yang membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Richard Eliezer dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun enam bulan.

Dalam memberikan putusannya, majelis hakim turut mempertimbangkan sejumlah keadaan yang memberatkan dan meringankan untuk Bharada E.

Hal yang memberatkan yaitu, perbuatan Bharada E tidak menghargai hubungan baik dengan korban Brigadir J. Sedangkan hal yang meringankan yakni Richard Eliezer bersikap sopan selama masa persidangan dan juga masih berusia muda.

Putusan jauh lebih ringan

Richard Eliezer di nilai telah terbukti melanggar Pasal: 340 KUHP juncto Pasal: 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Putusan ini jauh lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menginginkan Bharada E di hukum dengan pidana penjara selama 12 tahun.

Majelis hakim juga menetapkan Richard Eliezer sebagai salah satu saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collabolator dalam kasus pembunuhan berencana ini.

Pembunuhan berencana terhadap Brigadir J ini terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo nomor 46 di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Kasus pidana ini juga turut melibatkan Ferdy Sambo yang telah di vonis mati. Sementara itu istri Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi di hukum dengan pidana selama 20 tahun penjara.

Selain itu, Kuat Ma’ruf selaku sopir dan juga ART keluarga Ferdy Sambo di vonis 15 tahun penjara serta Bripka RR atau Ricky Rizal selaku ajudan di hukum selama 13 tahun penjara.

Jasa Rilidigital