Upaya melestarikan pembuatan wayang kulit di Cirebon

rilidigital.com Kecintaan Sawiyah terhadap wayang kulit terlihat dari pembuatan wayang kulit sejak tahun 1965.

Membuat wayang kulit sudah menjadi sumber penghasilan pria berusia 73 tahun itu selama 53 tahun.

Pengrajin tersebut tinggal di Desa Wisata Gegesik Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, di sebuah rumah yang sangat sederhana dengan dominasi furnitur berbahan kayu.

Menariknya, teras rumah digunakan sebagai bengkel pembuatan wayang kulit, mulai dari tahap mengukir hingga mewarnai.

Untuk membuat wayang, Sawiyah menggunakan kulit kerbau betina asal Sukoharjo, Jawa Timur, karena lebih lunak dibandingkan kulit kerbau jantan yang lebih tebal dan mudah retak.

Wayang kulit kerbau betina bisa bertahan hingga ratusan tahun, katanya.

Menurut Sawiyah, setelah membeli kulit kerbau, terlebih dahulu dikeringkan sebelum diukir.

Menurutnya, setiap wayang memiliki ukuran standar. Untuk wayang kulit Cirebon, wayang terdiri dari tiga jenis dari segi ukuran, yaitu Kidang Kencana (ukuran kecil), Asmara Wulan (ukuran sedang), dan Mega Mendung (ukuran besar).

Wayang Asmara Wulan lebih banyak digunakan untuk pertunjukan, tambahnya.

Sawiyah memilih menggunakan cat bubuknya sendiri untuk mewarnai wayang.

Untuk beberapa warna biasanya menggunakan cat akrilik, padahal kualitasnya kurang bagus dan warnanya cepat pudar.

Selain itu, ia juga menggunakan cat tembok berkualitas tinggi untuk mempertahankan warnanya karena tahan air dan tahan lama meski harganya relatif mahal.

biasanya memadukan beberapa warna menjadi lima gradasi warna. Kemudian untuk mengukur ketebalan wayang kulit biasanya disamak.

Menurutnya, kulit dari satu kerbau kurang lebih bisa digunakan untuk membuat sekitar 10-15 wayang kecil.

Sawiyah mengatakan ada perbedaan antara wayang yang dirancang untuk dipajang di rumah dengan yang digunakan dalam pementasan. Wayang yang digunakan untuk pertunjukan lebih artistik daripada yang digunakan untuk pertunjukan wayang kulit, jelasnya.

Ia mengatakan, penghasilannya tidak menentu karena membuat wayang memakan waktu lama: sekitar 20 hari hingga sebulan, tergantung kerumitan desainnya.

Meski harga wayang kulit cukup tinggi, ia mengungkapkan penghasilannya hanya mencapai Rp75 ribu per hari.

Sebagian besar pembeli wayangnya adalah kolektor souvenir wayang dari Pedalangan, Jawa Tengah.

Selain itu, ada pula sejumlah pejabat yang datang ke rumahnya untuk melihat pembuatan wayang kulit—salah satunya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Sawiyah mengatakan, wayang kulit buatannya yang paling murah dijual seharga Rp500 ribu, yakni model Punakawan.

Jasa Rilidigital