Tujuh Program Prioritas Menanti Wakil Menteri Agama Yang Baru

Tujuh Program Prioritas Menanti Wakil Menteri Agama Yang Baru
Tujuh Program Prioritas Menanti Wakil Menteri Agama Yang Baru

Rilidigital – Saiful Rahmat Dasuki kini resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Agama yang baru, menggantikan pendahulunya, Zainut Tauhid Sa’adi.

Dasuki di lantik sebagai anggota kabinet baru oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), bersama empat wakil menteri baru lainnya dan satu menteri baru di Istana Negara Jakarta, Senin (17/7).

Wakil menteri yang baru adalah kader dari organisasi yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor). Ia pernah menjabat sebagai pimpinan GP Ansor Jakarta periode 2012-2016 dan 2020-2022.

Kariernya semakin menanjak dengan di angkat menjadi Ketua Umum Pengurus Daerah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jakarta, menggantikan Guruh Tirta Lunggana, putra mendiang politikus Lulung.

Dengan masuknya Dasuki di kabinet, kader GP Ansor saat ini menduduki dua jabatan tertinggi di Kementerian Agama karena atasannya di kementerian, Yaqut Cholil Qoumas, juga merupakan kader elite gerakan pemuda agama.

permintaan Partai

Usai pelantikan, Presiden Jokowi menyatakan langkah penggantian Sa’adi dengan Dasuki di ambil sebagai jawaban atas permintaan yang di sampaikan partainya, PPP.

“Ada permintaan dari partai,” ujarnya.

Pj Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menegaskan pergantian itu merupakan hal yang lumrah dan merupakan hak prerogatif presiden. Ia pun menepis isu penggantian Sa’adi menyusul keputusan anaknya bergabung dengan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Fakta yang menarik, putra Sa’adi, Najmi Mumtaza Rabbani, pernah menjabat Sekretaris Daerah PPP Jakarta. Apalagi, mantan wakil menteri itu terlihat menghadiri acara pelantikan putranya sebagai kader Perindo.

Kehadirannya di acara tersebut menuai kecaman dari beberapa politikus PPP yang menilai tindakannya tidak etis bahkan ada yang mendesaknya mundur dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Agama.

Namun, Mardiono menegaskan, perombakan jajaran pembantu presiden bukanlah hal baru. Ia menambahkan, situasi seperti itu pernah di alaminya. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2019-2022.

Saat ini, ia sedang membantu presiden sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan.

Dia menegaskan, sebagai ketua partai koalisi pemerintah dan utusan khusus presiden, dia memiliki tanggung jawab untuk membantu Presiden Jokowi menyelaraskan setiap kebijakan presiden di sisa masa jabatannya.

Hal senada di ungkapkan Sa’adi yang mengatakan bahwa pergantian posisi adalah hal yang wajar. Ia juga mengatakan, kader partai harus rela melakukan tugas apapun di mana pun, meski melibatkan pergantian jabatan.

Wakil Menteri Dasuki menegaskan komitmennya untuk bekerja sesuai arah yang di tetapkan Presiden Jokowi dan Menteri Qoumas, termasuk memastikan keberhasilan kebijakan moderasi beragama kementerian.

Untuk memberikan dukungan terbaik kepada Menteri Qoumas, Dasuki harus mampu mengawal dan mempercepat pelaksanaan tujuh program prioritas.

Baca juga: KSP, Pemangku Kepentingan Nasional Membahas Penanganan Daerah Rawan

Program tersebut adalah penguatan moderasi beragama, transformasi digital, tahun toleransi beragama, revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA), indeks kerukunan umat beragama (KUB), kemandirian pesantren, dan Cyber ​​Islamic University.

Untuk memperkuat moderasi beragama di Indonesia, semua pihak terkait di tuntut melakukan upaya kolektif untuk memoderasi cara pandang, pandangan, dan praktik keagamaan dengan meningkatkan pemahaman bangsa tentang agama dan teks-teks agama.

Namun, dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Dasuki harus menghadapi tiga tantangan, antara lain kecenderungan sebagian penganut agama mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan dalam menegakkan pandangan dan menjalankan agamanya.

Tantangan selanjutnya adalah munculnya klaim kebenaran subjektif atas interpretasi keagamaan, sedangkan tantangan ketiga berkaitan dengan kecenderungan menguatnya semangat religiusitas yang ironisnya mengabaikan nilai-nilai dan komitmen kebangsaan.

Program revitalisasi KUA merupakan upaya kementerian untuk menjadikan KUA sebagai pusat pelayanan keagamaan yang prima, kredibel, dan moderat.

Melalui program tersebut, kementerian menargetkan empat sasaran strategis, yakni meningkatkan

kualitas umat beragama, memantapkan peran KUA dalam pembinaan kehidupan beragama,

memperkuat program dan layanan keagamaan, serta membangun kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan.

Terkait dengan program kemandirian pesantren, Kemensos berupaya agar pesantren lebih mandiri

secara ekonomi sehingga mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Pemerintah Bahas Persiapan Penanganan Dampak El Nino

Selain itu, Kementerian Agama juga tengah melaksanakan program transformasi digital untuk

mengintegrasikan berbagai layanan ke dalam satu aplikasi digital dengan mendorong seluruh unit kerja

di Kementerian untuk memastikan mampu mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat.

Menteri Qoumas telah menetapkan tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Keputusan ini di maksudkan untuk mendorong masyarakat secara bersama-sama memperkokoh kerukunan antarumat beragama dan persatuan bangsa demi keutuhan negara.

Menteri juga telah mengembangkan indeks kerukunan umat beragama yang di harapkan dapat menjadi

alat untuk menunjukkan tingginya tingkat toleransi beragama Indonesia kepada dunia sekaligus

memantau perkembangan kerukunan dan kerukunan umat beragama di tanah air.

Sementara itu, Menteri Qoumas juga berupaya menerapkan teknologi dalam semua layanan dan

kegiatan pembelajaran dengan merancang Universitas Islam Cyber, karena ia percaya bahwa teknologi

merupakan aspek penting untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Indonesia membutuhkan teknologi yang dapat menjamin kualitas terbaik dan akses pendidikan tanpa pandang bulu bagi seluruh putra-putrinya.

Wakil Menteri Dasuki kini di harapkan dapat mengemban tugas berat untuk secara proaktif mengakselerasi pencapaian tujuan akhir ketujuh program tersebut.

Bangsa juga mengharapkan dia untuk menawarkan ide-ide segar dan menghidupkan kembali upaya pemerintah untuk mencapai tujuan program.

Jasa Rilidigital