Tiga Pria Didakwa dengan Pembunuhan setelah Polisi Menemukan Delapan Mayat

rilidigital.com – Polisi mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menangkap tiga pria yang terkait dengan sembilan pembunuhan setelah penyelidik menemukan delapan mayat di tempat terpisah di kota Bekasi, Cianjur, dan Garut Jawa Barat sambil melanjutkan pencarian untuk yang kesembilan.

Di antara para korban adalah seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang jenazahnya dimakamkan di Cianjur.

Para tersangka Wowon Erawan, adik laki-lakinya Dede Solehudin, dan Solihin  dituduh meracuni korbannya dalam apa yang dikatakan polisi sebagai kasus pembunuhan berantai.

Motif pembunuhan tersebut masih belum jelas karena penyelidikan bersama yang dipimpin oleh Polda Metro Jaya sedang berlangsung.

Tetapi penyelidikan awal menunjukkan bahwa para tersangka telah menipu orang untuk percaya bahwa mereka memiliki “kemampuan gaib” untuk melipatgandakan kekayaan dan membunuh para korban yang menyerahkan aset mereka untuk menghilangkan saksi potensial, Kapolda Metro Jaya Insp. Jenderal Fadil Imran kepada wartawan.

“Tujuan mereka adalah untuk mencuri uang dari korban mereka. Jadi pembunuhan-pembunuhan itu didahului dengan tipu-tipu — janji-janji untuk memperkaya para korban,’ kata Fadil.

Tiga jenazah anggota keluarga ditemukan di dalam sebuah rumah di Bantargebang, Bekasi pekan lalu yang diidentifikasi sebagai Ai Maimunah, 40, dan dua putranya dari pernikahan pertamanya bernama Ridwan Abdul Muiz, 23, dan Muhammad Riswandi, 17.

Ai menikah dengan Wowon setelah menceraikan suami pertamanya dan pasangan itu memiliki seorang putri berusia lima tahun yang selamat dari keracunan di rumah yang sama.

Dede juga ditemukan di dalam rumah menderita keracunan tetapi polisi menetapkan bukti bahwa dia ikut serta dalam pembunuhan itu.

Penyelidikan lebih lanjut membawa polisi ke sisa-sisa tiga wanita dan seorang anak laki-laki yang dimakamkan di tiga kuburan yang disamarkan di Cianjur.

“Di lubang pertama, kami menarik kerangka anak laki-laki berusia dua tahun yang diduga bernama Bayu. Di lubang kedua, kami menemukan dua kerangka yang diduga bernama Noneng dan Wiwin. Ada kerangka lain di lubang ketiga, diduga kerangka perempuan bernama Farida,” kata Fadil.

Fadil mengatakan tim forensik akan melakukan tes DNA untuk memastikan identitas para korban. Beberapa korban diyakini telah dibunuh dua tahun lalu.

Jenazah bocah itu dimakamkan di rumah Wowon di Cianjur dan kerangka ganda ditemukan di kuburan yang disamarkan di bawah kandang ayam di halaman belakang rumah milik Solihin, menurut Kapolres Cianjur AKBP. Doni Hermawan. Kuburan ketiga ditemukan di dekat rumah yang disewa Wowon di desa tetangga.

Berdasarkan interogasi terhadap para tersangka, polisi meyakini bahwa dua korban lainnya tewas di Garut. Salah satu dari dua jenazah dibuang ke laut namun kemudian ditemukan warga dan dikuburkan. Polisi masih mencari jenazah kesembilan.

Jasa Rilidigital