berita  

Tersangka Dibebaskan Dari Penjara Setelah Mayor Dedi Hasibuan Berkunjung Ke Mapolres

Tersangka Dibebaskan Dari Penjara Setelah Mayor Dedi Hasibuan Berkunjung Ke Mapolres
Tersangka Dibebaskan Dari Penjara Setelah Mayor Dedi Hasibuan Berkunjung Ke Mapolres

Rilidigital – Tersangka yang terlibat dalam pemalsuan dokumen di bebaskan dari Rutan Polda Metro Jaya setelah sekelompok tentara, termasuk kerabatnya, mengunjungi kantor polisi pada hari Sabtu untuk membahas kasus hukum tersebut.

Kerabat itu di identifikasi sebagai Mayor Dedi Hasibuan, yang datang ke Mapolrestabes Medan di dampingi rekan-rekan dari Kodam Bukit Barisan di Sumatera Utara. Beberapa tentara yang berkunjung terlihat mengenakan seragam militer.

Tujuan kunjungan prajurit itu untuk mengumpulkan informasi terkait kasus hukum terhadap tersangka berinisial ARH, kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes. Hadi Wahyudi. Tersangka menghadapi tuduhan pemalsuan dokumen tanah dan juga sedang di selidiki untuk kasus pencurian kendaraan.

Hadi mengatakan, kunjungan tentara tersebut bertujuan untuk mengetahui seluk-beluk kasus yang melibatkan tersangka yang di kabarkan masih kerabat Mayor Dedi itu. Namun, Hadi tidak merinci hubungan keluarga khusus antara kedua individu tersebut.

Baca Juga: SDA Kepulauan Seribu Bangun Jembatan di Pulau Harapan

Sementara Polisi Militer dapat mengambil alih kasus-kasus yang melibatkan anggota dinas dari kepolisian, tentara tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi kasus pidana yang menyangkut tersangka sipil.

Hadi mengatakan, Mayor Dedi datang ke kantor polisi atas nama keluarga tersangka dan meminta pembebasan tersangka selama pemeriksaan berlangsung.

Hadi juga mengakui bahwa mungkin ada “kesalahpahaman” selama pemeriksaan, yang berujung pada keputusan untuk membebaskan tersangka.

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya perdebatan publik tentang campur tangan satuan militer dalam kasus pidana yang di tangani otoritas sipil setelah dua pejabat tinggi di tangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Marsekal Udara Henri Alfiandi dan

bawahannya Lie. Kolonel Afri Budi Cahyanto di tangkap KPK pekan lalu karena di duga menerima uang

suap miliaran rupiah dari pengusaha yang memenangkan proyek pengadaan dari lembaga tersebut.

Sehari kemudian, petinggi Polisi Militer menyambangi gedung KPK, menuntut agar kasus kedua

tersangka segera di ambil alih sekaligus meyakinkan publik bahwa keduanya akan tetap menjadi

tersangka korupsi yang akan di adili di pengadilan militer.

Analis hukum menyarankan agar kasus korupsi terhadap anggota dinas harus di adili oleh pengadilan sipil.

Jasa Rilidigital