Siswa SMK Pasuruan Dendam Sejak SD,Membunuh Pria Yang Telah Memperkosa Ibunya

Potret Muhammad Maulud Riyanto saat memaki baju tahanan

 

Berawal dari pemerkosaan terhadap Ibunya,Siswa SMK tersebut menyimpan dendam kepada tetangga nya. Siswa SMK di Pasuruan menusuk tetangga nya yang pernah memperkosa Ibunya.

Ada pun Siswa SMK itu yang saat ini sudah di teteapkan tersangka pembunuhan adalah Muhammad Maulud Riyanto (18). Sedangkan korban atau pelaku pemerkosaan itu bernama Yasin Fadilla (49) salah satu warga dusun kisik,Desa Gempol,Kecamatan Gempol,Kabupaten Pasuruan.

Muhammad Maulud Riyanto masih duduk kelas XII, di salah satu sekolah SMK di Gempol,Pasuruan. Korban Yasin Fadilla adalah tetangga tersangka ialah Muhammad Maulud Riyanto,Siswa SMK tersebut pun tak selang dari 1×24 jam langsung di ringkus oleh Satreskim Polres Pasuruan dan Korps Bhayangkara.

Tersangka mengakui perbuatan nya ke awak media,secara lantang ia mengaku khilaf karena ia memiliki dendam sejak kecil kepada Yasin Fadillah,korban penusukan.

“Saya dendam sejak saya masih kecil,sejak saya masih duduk di bangku kelas 6 SD,” kata Muhammad Maulud Riyanto, Kamis 19/12/2019 pagi setelah polisi berhasil mengamankan nya.

Tersangka mengakui karena Almarhum Ibu kandung nya pernah di perkosa oleh Yasin Fadilla. Karena itu ia mempunyai dendam sampai tak bisa redam.

“Ibu saya dulu di perkosa sama dia,itu saya mendengar sendiri saat saya masih sekolah SD,” ucap tersangka.

“Ada Pak RT dan warga sekitar datang ke rumah saya dan dia saat itu meminta untuk damai. Nah, saat itu sampai sekarang saya mempunyai dendam,” Tutur nya.

Motif nya sudah terungkap oleh Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan,yakni tersangka menyimpan dendam dengan korban.

“Dendam nya masalah keluarga. Pelaku masih duduk di bangku sekolah SMK oleh karena itu status nya masih pelajar,ini pembunuhan berencana,” ucap Kapolres.

Kapolres Pasuruan Rofiq,sebut pembunuhan ini berencana karena keterangan dari para saksi dan dengan keterangan tersangka ini bisa di simpul kan bahwa pembunuhan itu sudah siapkan oleh pelaku.

Oleh karena itu,sebelum korban di tusuk,pelaku memperhatikan pergerkan si korban. Pelaku memantau dengan sepeda yang di pinjam dari teman nya. Kapolres menjelaskan,pelaku sempat menggunakan jaket,topi dan masker.

Melihat korban keluar dari rumah tetangga,pelaku langsung menghampirinya dan menusuk korban. Pelaku langsung melarikan diri dari lokasi, Ia sempat bersembunyi di kediaman saudaranya,lalu tak lama pelaku menghubungi adik kandung nya untuk meminta uang dan meminta tolong ingin di antarkan ke Ngoro,Mojokerto.

Jasa Rilidigital