berita  

Sindikat Penyelundupan Menyebarkan Rumor Melawan Satgas: BP2MI

Sindikat penyelundupan menyebarkan rumor melawan satgas: BP2MI
Sindikat penyelundupan menyebarkan rumor melawan satgas: BP2MI

Rilidigital – Sindikat perdagangan manusia mencoba menggagalkan kegiatan Satuan Tugas Pemberantasan dan Pencegahan Perdagangan Manusia (TPPO) dengan menyebarkan laporan dan rumor yang menyesatkan, kata Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI).

Sindikat-sindikat itu mencoba menyesatkan publik dengan menggunakan media untuk mencoba membuat seolah-olah satgas menangkap pekerja migran, kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani.

“Ini harus di luruskan. Yang di tangkap Satgas Anti Perdagangan Manusia adalah calo, tangan kanan, dan (anggota) sindikat penempatan ilegal itu sendiri,” ujarnya dalam jumpa pers terkait kinerja satgas di bulan lalu

Konferensi pers di gelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada Selasa.

Rhamdani mengatakan penyebaran misinformasi merupakan salah satu langkah sindikat untuk melemahkan satgas dalam menjalankan tugasnya memberantas jaringan perdagangan manusia.

“(Pembingkaian yang menyesatkan) harus ada perintah. Ini harus ada perintah dari sindikat penempatan ilegal,” tegas Rhamdani.

Baca juga: Pemerintah Alokasikan Dana Untuk Korban Pelanggaran HAM: Menteri

Ia juga mengklarifikasi beberapa hoaks menyesatkan yang sering di sebarkan oleh sindikat, misalnya isu penegakan hukum yang di lakukan satgas melalui kepolisian kerap menghambat penempatan buruh migran.

“Ini juga salah. Saya akan berikan datanya,” tegasnya.

Padaa tahun 2020, saat awal COVID-19, jumlah TKI yang dikirim ke luar negeri sebanyak 113.436 orang. Pada tahun 2021, situasi COVID-19 saat itu sangat buruk, dan hanya 72.624 pekerja migran yang dikirim ke luar negeri, katanya.

“Pada tahun 2022, situasi pasca COVID-19 menjadi lebih baik, ada tren positif, penempatannya adalah 200.761 orang yang pergi ke luar negeri. Tahun 2023, 1 Januari hingga 4 Juli, per hari ini, satu semester penempatan di batasi 137.038 migran pekerja,” menginformasikan.

Ia mengatakan, jumlah TKI yang dikirim ke luar negeri mengalami peningkatan positif dari tahun ke tahun sejak pandemi melanda hingga saat ini.

“Kita bisa memprediksi akhir tahun penempatan bisa melebihi 270 ribu. Kalau melebihi 270 ribu, berarti tarif

penempatan kita sudah kembali normal karena rata-rata setiap tahun Indonesia (mengirim) 270 ribu TKI. sebelum pandemi,” jelasnya.

Ia menegaskan, rumor yang di sebar sindikat tentang gugus tugas itu salah.

Sejak 5 Juni hingga 3 Juli, Satgas yang di pimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berhasil menyelamatkan

1.943 korban perdagangan manusia dan menetapkan 698 orang sebagai tersangka.

Dari jumlah korban, 65,5 persen adalah pekerja migran, 26,5 persen pekerja seks,

6,6 persen anak tereksploitasi, dan 1,4 persen awak kapal.

Jasa Rilidigital