Provinsi DKI Jakarta sejauh ini telah menyalurkan 17 jenis bantuan.

RILIDIGITAL.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejauh ini telah menyalurkan 17 jenis bantuan sosial untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di provinsi tersebut. “Intervensi sebanyak itu sudah kami lakukan,” kata Plt Gubernur Heru Budi Hartono di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, bantuan sosial tersebut antara lain diberikan melalui program-program seperti Kartu Jakarta Sehat, Kartu Jakarta Pintar, bantuan transportasi, Program Keluarga Harapan, program anak sekolah, dan bantuan internet gratis.

Plt Gubernur mengatakan, pihaknya memilih untuk tidak mengkritik data kemiskinan ekstrem asalkan sesuai dengan nama dan alamat masyarakat sehingga jajaran di bawahnya bisa mengambil tindakan lebih lanjut.

Kendati demikian, dia mengatakan, Pemprov DKI akan melakukan sinkronisasi data dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Kesehatan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

“Saya sudah meminta BKKBN untuk memberikan penjelasan dan membantu Jakarta. Begitu juga dengan BPS. Harapan kami Menkes berdiskusi, menyinkronkan data dengan benar,” imbuhnya.

Sebelumnya, BPS Jakarta melaporkan per Maret 2022, terdapat 95.668 penduduk sangat miskin di Jakarta, yang merupakan 0,89 persen dari total penduduk Jakarta yang berjumlah sekitar 10,7 juta jiwa. Masyarakat dikategorikan sangat miskin jika daya belinya di bawah Rp11 ribu per hari atau Rp350 ribu per bulan.

Badan ini mencatat 35 ribu orang sangat miskin di Jakarta Utara pada tahun 2022, meningkat tajam dari 7,2 ribu pada tahun 2021. Di Jakarta Selatan, pada 2022 mencapai 25 ribu dibandingkan 24 ribu pada 2021. Kemudian, di Jakarta Timur, jumlahnya mencapai 18 ribu pada 2022, naik dari 10 ribu pada 2021.

Menurut lembaga itu, beberapa ciri rumah warga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem adalah berlantai tanah, tidak ada toilet, tidak ada akses air minum bersih, dan luas lantai per kapita kurang dari 8 meter persegi.

Jasa Rilidigital