Prioritaskan imunitas untuk transisi ke fase endemik: LK2PK

Arsip foto seorang tenaga kesehatan yang menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang mahasiswa di Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu, 6 April 2022.

 

Rilidigital.com , Jakarta  РDirektur Eksekutif Lembaga Penelitian dan Konsultasi Pengembangan Kesehatan (LK2PK) Ardiansyah Bahar berpesan untuk memprioritaskan imunitas masyarakat sebagai strategi transisi dari pandemi ke fase endemik COVID-19.

“Tentu diperbolehkan transisi pandemi ke endemi. Namun, perlu diingat meski kondisinya perlahan membaik, namun masih belum berakhir,” kata Bahar di Jakarta, Rabu.

Meski pemerintah perlahan menghapus pembatasan sosial, ia menyarankan agar program vaksinasi booster tetap dilanjutkan seiring dengan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus yang harus diperhatikan.

Ia juga berpesan kepada masyarakat yang sakit dan diduga menderita COVID-19 untuk secara sadar memeriksakan diri di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, masyarakat harus siap menghadapi proses transisi dengan mengedukasi mereka terkait strategi yang diterapkan pemerintah untuk terus mengendalikan pandemi hingga serendah mungkin jumlah kasus.

“Masyarakat harus menjadi subjek kebijakan transisi ini, bukan hanya objek,” tegasnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mulai mengurangi operasi di Rumah Sakit Darurat (RSDC) Wisma Atlet COVID-19. Saat ini, badan tersebut hanya mengaktifkan RSDC Tower 6 yang masih merawat pasien COVID-19.

Ketua BNPB sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Suharyanto mengakui hal ini terkait proses transisi ke fase endemik COVID-19 di Indonesia.

“Itu juga salah satu langkah antisipatif yang akan kita lakukan jika transisi dilakukan dari pandemi ke endemik,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyatakan bahwa pemerintah Indonesia kemungkinan akan mengumumkan pencabutan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada akhir 2022.

Keputusan tersebut diambil atas dasar tren penurunan kasus COVID-19 harian yang terus terjadi.

Jumlah kasus terkonfirmasi harian baru-baru ini menunjukkan penurunan drastis dibandingkan dengan puncak penyebaran Omicron yang mencapai 64 ribu kasus dalam satu hari.

Menurut presiden, situasi sulit pandemi COVID-19 mampu ditangani dengan baik dan dikendalikan. Sebab, pemerintah tetap bersikap tenang dan membuat perhitungan yang matang untuk menangani situasi sulit tersebut.

Jasa Rilidigital