berita  

Pria Bersenjata Ingin Bertemu Ketua MUI Sebelum Meninggal

Pria Bersenjata Ingin Bertemu Ketua MUI Sebelum Meninggal
Pria Bersenjata Ingin Bertemu Ketua MUI Sebelum Meninggal

Rilidigital – Jakarta. Pria bersenjata yang menembakkan senjata di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu bersikeras untuk bertemu langsung dengan ketua majelis sebelum dia meninggal pada hari Selasa, Kapolda Metro Jaya Inp. Jenderal Karyoto mengatakan rincian baru tentang insiden itu muncul setelah penyelidikan awal.

Pria tersebut di ketahui bernama Mustopa NR, 60 tahun, asal Kabupaten Pesawaran, Lampung, sesuai dengan KTP yang disita polisi.

“Pria itu masuk ke dalam gedung dari pintu masuk utama dan mencari Ketua MUI. Namun di hentikan oleh satpam internal karena tidak menyampaikan niatnya,” kata Karyoto kepada wartawan di lokasi kejadian.

“Dia kemudian mengacungkan pistol berisi pelet kecil dengan tabung gas yang kami sebut airsoft gun – itu tidak diklasifikasikan sebagai senjata api,” tambah petugas itu.

Mustopa menembakkan pistol yang menghancurkan pintu kaca hingga berkeping-keping dan melukai dua orang.

ia pingsan setelah pertengkaran dengan petugas keamanan di lobi dan kemudian di nyatakan meninggal.

“Dia masih hidup ketika saya menjatuhkannya. Dia menodongkan pistol ke wajah saya tetapi saya berhasil merebutnya dan membantingnya. Saya ingat dia melawan,” kata penjaga keamanan Chaeruddin kepada situs berita Beritasatu.

Mustopa di ketahui beberapa kali mengunjungi gedung MUI sebelum Selasa.

“Dia minta di fasilitasi untuk pertemuan dengan Ketua MUI beberapa kali. Dia juga menyatakan diri sebagai nabi,” kata Nugrahadi Bambal, yang bekerja sebagai resepsionis di gedung tersebut.

Mustopa meninggalkan surat berisi ancaman akan menembak pejabat negara “khususnya orang-orang MUI” dengan senjata api, mengklaim bahwa dia telah di cabut haknya atas keadilan.

Tapi tidak ada dalam surat itu yang bisa menceritakan lebih banyak tentang dia atau mengapa dia sangat ingin bertemu dengan Ketua MUI.

Polisi mengatakan, jenazah Mustopa akan di otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Jasa Rilidigital