berita  

Presiden Jokowi Tegaskan Nasdem Tak Lagi di Koalisi Pemerintah

Presiden Jokowi Tegaskan Nasdem Tak Lagi di Koalisi Pemerintah
Presiden Jokowi Tegaskan Nasdem Tak Lagi di Koalisi Pemerintah

Rilidigital – Presiden Jokowi  membenarkan pada Kamis bahwa Partai Nasional Demokrat atau Nasdem tidak lagi menjadi bagian dari koalisi pro-pemerintah yang kini beranggotakan enam partai politik.

Pernyataannya tentang status Nasdem di koalisi itu merupakan yang pertama kali sejak partai tersebut secara resmi mengumumkan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden Oktober lalu.

“Nasdem, katakanlah apa itu, sudah menjadi koalisinya sendiri,” kata Presiden kepada wartawan saat berkunjung ke pusat perbelanjaan Sarinah di Jakarta Pusat. Dia menjawab pertanyaan mengapa Nasdem tidak diundang dalam pertemuannya dengan para pemimpin partai pro-pemerintah di Istana Merdeka pada Selasa malam.

Ketua Nasdem Surya Paloh, seorang maestro media yang memiliki jaringan televisi dan publikasi lainnya, juga absen ketika Jokowi bertemu dengan para pemimpin partai bulan lalu.

Jokowi mengatakan pertemuan hari Selasa di maksudkan untuk memperkuat “kerja sama politik” dalam koalisi pemerintah dan Nasdem, yang sekarang menjadi orang luar, tidak berhak mengetahui secara langsung tentang strategi koalisi.

“Pertemuan oleh pihak-pihak tersebut berusaha untuk membangun kerja sama politik yang sehat dan landasan bersama dalam strategi besar kami,” katanya.

Presiden juga menanggapi kritik yang menuduhnya melanggar tugasnya sebagai kepala negara dengan mencampuri urusan politik yang seharusnya menjadi domain partai politik.

Presiden Jokowi Tegaskan Nasdem Tak Lagi di Koalisi Pemerintah

“Saya pejabat publik dan tokoh politik. Artinya saya boleh bicara politik, kan? Saya boleh bicara soal itu karena itu juga bagian dari tugas presiden,” ujarnya.

Presiden hadir saat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang berkuasa mengumumkan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 di Bogor pada 21 April.

Dia tidak merahasiakan dukungannya kepada sesama kader PDI-P sebagai calon penerus.

Kepergian Nasdem menyisakan enam partai dalam koalisi pemerintah yakni PDI-P, PAN, Partai Golkar,

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Mereka telah mengindikasikan rencana untuk membentuk apa yang di sebut koalisi besar untuk

pemilihan presiden tetapi gagasan seperti itu dapat berakhir sebelum waktunya karena beberapa

pemimpin partai memiliki peluang bagus untuk menjadi pesaing sendiri.

Kemitraan antara Gerindra dan PKB cukup untuk mencalonkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai presiden.

Airlangga Hartarto dari Golkar juga membutuhkan dukungan dari satu partai lagi untuk mengikuti

pemilihan presiden dan dia telah bertemu dengan beberapa pemimpin partai termasuk Agus Harimurti

Yudhoyono dari Partai Demokrat, yang secara luas di anggap sebagai oposisi pemerintahan Jokowi.

Dari partai-partai pro-pemerintah, hanya PPP yang secara resmi mendukung pencalonan Ganjar.

Jasa Rilidigital