berita  

Polri dan BSSN bersama-sama mengantisipasi serangan siber selama KTT ASEAN

Polri dan BSSN bersama-sama mengantisipasi serangan siber selama KTT ASEAN
Polri dan BSSN bersama-sama mengantisipasi serangan siber selama KTT ASEAN

Rilidigital – Polri dan BSSN Badan Siber dan Sandi Negara akan bekerja sama mengantisipasi serangan siber pada KTT ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 9-11 Mei 2023.

Asisten Operasi Kapolri Irjen Agung Setya Imam Effendy mengatakan, polisi telah menyiapkan satgas khusus untuk mengantisipasi kemungkinan serangan siber.

“Mengenai potensi gangguan yang mungkin terjadi di dunia maya, Polri dan BSSN telah melakukan upaya pengamanan dunia maya,” ujarnya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, Jumat.

Pengamanan dunia maya akan melibatkan konfigurasi yang terintegrasi dengan intel BSSN, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan intel TNI.

“Ini sudah menjadi dinamika bahwa kita akan terus berkolaborasi dan berintegrasi satu sama lain,” ujarnya.

Menurut Effendy, aspek keamanan tidak hanya yang terlihat tetapi juga yang tidak terlihat, seperti serangan siber.

Antisipasi (serangan siber) ini akan terus kita kelola bersama BSSN agar tidak ada gangguan siber di seluruh kegiatan KTT. Persiapan dan langkah-langkahnya akan kita lakukan,” ujarnya.

Pada hari Jumat, polisi secara resmi meluncurkan operasi keamanan terpusat dengan nama sandi

Operasi Komodo 2023, yang akan berakhir pada 11 Mei.

Secara total, delapan satuan tugas akan ambil bagian dalam operasi tersebut, termasuk Satuan Tugas Preemptive dan Satuan Tugas Anti-Teror.

Operasi tersebut akan melibatkan mekanisme keamanan yang detail dan akan terintegrasi dengan semua aspek, baik aspek keamanan maupun pendukung KTT itu sendiri, kata Effendy.

“Kita ingin memastikan KTT ini terselenggara dalam kondisi aman. Semuanya sudah direncanakan dan jadwal serta kegiatannya sudah diatur,” imbuhnya.

“Dengan persiapan yang lebih detail, kita bisa memastikan KTT berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Jasa Rilidigital