Polisi Tangkap Pemilik Kebun Umrah yang Menipu Ratusan Korban

Polisi Tangkap Pemilik Kebun Umrah yang Menipu Ratusan Korban
Polisi Tangkap Pemilik Kebun Umrah yang Menipu Ratusan Korban

Rilidigital , Jakarta – Polisi Tangkap Pemilik Kebun Umrah yang Menipu Ratusan Korban ,Polisi telah menangkap pasangan suami istri yang mendirikan Naila Syafaah Wisata Mandiri,

lembaga umrah yang menipu ratusan jamaah haji Indonesia bahkan ada yang terjebak di Arab Saudi selama berhari-hari.

Pasangan itu, Mahfudz Abdullah (52) dan Halijah Amin (48) menginap di sebuah hotel di Yogyakarta pada saat penangkapan.

“Kami menangkap pelaku pada 27 Februari 2023,”Polisi Tangkap Pemilik Kebun

kata Kepala Komisioner Hengki Hariyadi dari Kepolisian Metropolitan Jakarta pada Selasa, seperti di lansir publikasi saudara Jakarta Globe, Beritasatu.

Polisi juga telah menangkap Hermansyah yang berusia 59 tahun, yang merupakan direktur utama di Naila Syafaah Wisata Mandiri. Ketiga tersangka bisa menjalani hukuman hingga 10 tahun penjara.

Menurut Hengki, polisi terlebih dahulu menerima laporan penipuan tersebut dari Kementerian Agama.

“Para korban mengajukan laporan ke Konsulat Jenderal RI di Arab Saudi, kemudian yang terakhir menyampaikan informasi tersebut kepada Kementerian Agama yang akhirnya memberi tahu kami [tentang penipuan itu],” kata Hengki.

Polisi Tangkap Pemilik Kebun Umrah yang Menipu Ratusan Korban

Polisi hingga saat ini masih belum membeberkan jumlah pasti korban.

Korban Nailah Syafaah Abdus adalah bagian dari kelompok umrah yang terdiri dari 64 orang. Penerbangan pulang mereka di jadwalkan pada 18 September 2022 pukul 17.50 waktu Arab Saudi.

Para peziarah tiba di bandara setempat sekitar pukul 3 sore tetapi mereka tidak dapat naik pesawat karena masalah visa.

Para jamaah haji dibawa ke Hotel Prima selama tiga hari dan kemudian di pindahkan ke Pakons Prime Hotel sebelum terbang kembali ke rumah pada 29 September 2022.

Namun, tidak semua orang bisa kembali ke Indonesia.

Enam belas jamaah haji harus menunggu di Arab Saudi dan berkeliaran di sekitar Mekkah selama lebih dari seminggu tanpa tempat untuk pergi dan tidak ada kabar dari agen Naila Syafaah.

“Saya Abdus, salah satu korban Naila Syafaah. Saya di sini atas nama 16 jamaah haji yang gagal kembali ke Indonesia tepat waktu. [Kami terjebak] di Mekkah selama sekitar 8 hari,” kata Abdus.

Abdus mengatakan mereka akhirnya bisa kembali ke Indonesia setelah mengirim surat ke konsulat jenderal Indonesia.

 

Jasa Rilidigital