Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Kasus Perdagangan Manusia di Myanmar

Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Kasus Perdagangan Manusia di Myanmar
Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Kasus Perdagangan Manusia di Myanmar

Rilidigital.com , Jakarta – Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Kasus Perdagangan Manusia di Myanmar ,Polisi Indonesia menangkap dua orang yang di duga terlibat dalam kasus perdagangan manusia yang menjebak 20 orang Indonesia. Para korban di kirim ke Myanmar dan di lecehkan.

Kedua tersangka, seorang pria dan seorang wanita, di tangkap di Jawa Barat pada Selasa malam. Keduanya di tangkap di tempat yang berbeda di Bekasi.

Brigadir Jenderal Polisi Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa kedua tersangka masih di selidiki.

Polisi telah secara terbuka mengidentifikasi para tersangka sebagai Andri Satria Nugraha dan Anita Setia Dewi.

Andri dan Anita di duga mengirim 20 orang Indonesia tanpa mengikuti prosedur yang benar.

Polisi telah menggerebek rumah Andri di Tarumajaya dan apartemen Anita di Springlake Summarecon Tower.

Keduanya menghadapi undang-undang perdagangan manusia di samping undang-undang perlindungan pekerja migran. Keduanya menghadapi hukuman 10 tahun penjara dan denda hingga Rp15 miliar (US $ 1 juta).

20 Korban di Myanmar

Sebelumnya, 20 orang Indonesia membagikan video mereka di media sosial bahwa mereka di lecehkan oleh majikan mereka. Mereka memohon bantuan dari pemerintah Indonesia.

Para korban berada di Myawaddy yang terletak di perbatasan Myanmar dan Thailand. Kementerian Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengatakan bahwa lokasi terpencil membuatnya sulit di jangkau.

Pekan lalu, semua korban berhasil di evakuasi. Kedutaan Besar Indonesia di Bangkok terlibat dalam evakuasi.

Polisi Tangkap 2 Orang

Seorang pejabat dari Kejaksaan Agung Indonesia mengatakan bahwa 20 korban datang ke Myanmar melalui Thailand.

“Dalam kasus ini, 20 orang itu memasuki Thailand secara legal, tetapi melintasi Myanmar secara ilegal.

Oleh karena itu, perlu koordinasi intensif dengan pihak berwenang Thailand untuk menghindari masalah hukum lebih lanjut,” kata I Ketut Sumedana, juru bicara kantor Kejaksaan Agung.

Jasa Rilidigital