Polisi Sedang Mengumpulkan Bukti Untuk Pria Yang Tega Membunuh Kucing Di Matraman

Ilustrasi pembunuhan kucing

 

Pelaku yang tega dengan berinisial DS datang ke Mapolsek Matraman dengan perbuatan nya pelaku mengakui telah membunuh seekor kucing,Polisi langsung menyelidiki dengan mengumpulkan alat bukti dengan olah TKP.

“Nanti (Penetapan Tersangka) jikalau alat-alat buktinya sudah cukup. Nanti akan ada visum nya,dan nanti akan ada keterangan saksi-saksi. Setelah kami bisa buktikan,dia di tetapkan jadi tersangka,” ujar Kompol Seno di konfirmasi, Senin 7 november 2022.

Kepolisian Polsek Matraman Jakarta Pusat sampai kini masih terus menyilidiki kasus seseorang yang tega membunuh seekor kucing yang kemudian di laporkan oleh warga sekitar.

Menurut pihak Kapolsek Matraman Kompol Tri Buana Roseno,pihak nya tidak akan menutup kemungkinan ada pelaku dalam kasus pembunuhan hewan peliharaan yang di lakukan oleh pria yang berinisial DS (47).

Jika pelaku melakukan pelanggaran,pelaku tersebut nanti nya akan di kenakan pasal 302 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan dan mengakibatkan hewan tewas.

Pihak Polisi pun kini sedang memeriksa keterangan yang di jelaskan oleh terlapor. “Iya(ada prosedurnya). Masih terus di dalami untuk sementara ini masih pemeriksaan terlapor,” jelasnya.

Di ketahui pelaku (DS) di laporkan ke Polisi oleh pemilik kucing tersebut lantaran tega membunuh kucing peliharaan nya dengan menggunakan paving block,DS menyerang di bagian kepala dan akhirnya menyebabkan hewan tersebut terkapar mati pada Minggu 7 November 2022.

“Hasil interogasi oleh pihak kami,DS sebenar nya kesal karena di depan rumah nya itu sering sekali ada kotoran kucing,terus muntahan kucing,dan sisa-sisa makanan kucing,” terang Kompol Seno.

Pelaku (DS) langsung emosi lantaran dengan perilaku kucing tersebut dan akhirnya membunuh kucing milik seorang warga,pemilik kucing yang mengetahui peliharaan nya mati,kemudian pemilik kucing tersebut langsung bergegas melapor atas kejadian tersebut ke Polsek Matraman.

Lalu mengetahui dirinya di laporkan oleh pemilikn kucing,pelaku (DS) pun kemudian menyerahkan diri dan mengakui atas perbuatan nya. Sampai saat ini pelaku belum di tahan,tetapi di kenai wajib lapor sepekan dua kali.

Jasa Rilidigital