berita  

Polisi Indonesia mengumpulkan rincian identitas para pelaku perdagangan manusia

Polisi Indonesia mengumpulkan rincian identitas para pelaku perdagangan manusia
Polisi Indonesia mengumpulkan rincian identitas para pelaku perdagangan manusia

Rilidigital – Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polisi indonesia telah menghimpun informasi identitas pelaku perdagangan manusia yang mengirimkan 20 warga negara Indonesia (WNI) ke Myanmar sebagai pekerja migran ilegal.

“Identitasnya sudah kami kantongi, dan masih dalam penyelidikan,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Djuhandhani Rahardjo Puro saat di konfirmasi di Jakarta, Kamis.

Jenderal mengatakan, polisi telah menerima laporan dari keluarga korban, termasuk yang diterima melalui sistem pelaporan Bareskrim.

“Kami sedang melakukan pemeriksaan (menanggapi laporan),” katanya.

Berdasarkan perkembangan terakhir, ia menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melalui Direktorat Perlindungan Warga Negara telah meneruskan laporan kasus penipuan online tersebut ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, untuk ditindaklanjuti.

“KBRI telah mengirimkan nota di plomatik kepada Kementerian Luar Negeri Myanmar dan telah berkoordinasi erat dengan otoritas setempat,” ujarnya.

Dia mengatakan kedutaan juga telah melakukan kontak dengan para korban, yang ternyata tidak terdaftar dalam lalu lintas imigrasi Myanmar.

“Mereka di duga masuk ke Myanmar melalui jalur ilegal,” ujarnya.

Jenderal Puro lebih lanjut mencatat bahwa WNI terdeteksi di Myawaddy, zona panas konflik bersenjata antara militer Myanmar (Tat Ma Daw) dan pasukan pemberontak Karen.

Polisi Indonesia mengumpulkan rincian identitas para pelaku perdagangan manusia

Otoritas Myanmar merasa sulit untuk memasuki area tersebut karena situasi yang ada.

“Mereka tidak bisa memasuki kawasan itu, karena berada di bawah kendali pasukan pemberontak,” kata Puro.

Sehingga, Pemerintah Myanmar belum bisa menindaklanjuti laporan dari KBRI tersebut, ujarnya.

Selain itu, polisi kesulitan menjangkau para korban. Namun, Puro menegaskan, polisi memang telah menindaklanjuti laporan yang diterima dari keluarga korban.

Meski demikian, Puro memberikan jaminan kepada keluarga korban dengan mengatakan bahwa pemerintah melalui MFA akan terus berupaya mengeluarkan 20 WNI tersebut dari Myanmar.

“Kemlu telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mencari cara membantu para korban,” ujarnya.

Para pihak tersebut antara lain Regional Support Office BALI PROCESS di Bangkok, Thailand;

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM); dan Misi Keadilan Internasional (IJM).

Polisi juga telah menyiapkan beberapa rencana langkah penyelesaian kasus tersebut, seperti mencari data korban dan keluarganya, melakukan penyidikan kasus perdagangan manusia, dan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

“Kami terus berkomunikasi dengan Kemlu dan KBRI untuk update terkait korban,” ujarnya.

“Kami mencatat dari kesulitan-kesulitan ini. Namun, kami yakin bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna. Tugas kami adalah menyelesaikan kasus ini,” kata Puro yang mengungkapkan keyakinannya bahwa kasus ini akan di selesaikan meskipun ada kesulitan.

Jasa Rilidigital