berita  

Polisi Indonesia berupaya maksimal membebaskan empat sandera di Papua

Polisi Indonesia berupaya maksimal membebaskan empat sandera di Papua
Polisi Indonesia berupaya maksimal membebaskan empat sandera di Papua

Rilidigital – Personil Operasi Perdamaian Cartenz di Provinsi Papua terus melakukan upaya maksimal untuk membebaskan empat warga sipil yang di sekap oleh beberapa teroris separatis bersenjata Papua, demikian menurut Polisi indonesia.

“Satgas Operasi Perdamaian Cartenz sudah menangani kasus ini,” kata Asisten Operasi Kapolri Irjen Agung Setya Imam Effendi kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Personel satgas telah mengambil langkah-langkah yang di perlukan untuk menanggapi laporan penculikan empat warga sipil, termasuk melakukan “verifikasi lapangan”, kata Effendi.

Sementara itu, Juru Bicara Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo sebelumnya menyatakan dalam keterangannya bahwa keempat warga sipil itu masih di tawan oleh teroris separatis bersenjata.

Para korban di laporkan di pekerjakan oleh PT Inti Bangun Sejahtera (PT IBS) untuk mengerjakan base

transceiver station (BTS) milik Telkomsel, anak perusahaan BUMN telekomunikasi PT Telkom Indonesia.

Buruh yang di sandera itu di ketahui bernama Asmar yang mengalami luka di bahu kanannya;

Kulka kacang polong; Senus Lepitalem; dan Fery, yang terluka di bahu kirinya, kata Prabowo.

Dia menjelaskan, penyanderaan terjadi ketika sebuah pesawat yang membawa enam orang — lima

pekerja PT IBS dan Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pegunungan Bintang Alverus

Sanuari — mendarat di Kecamatan Okbab di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Jumat.

Polisi Indonesia berupaya maksimal membebaskan empat sandera di Papua

Penerbangan Elang Air berangkat dari Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang, menuju Kecamatan Okbab pada pukul 08.30 WIB.

Tak lama setelah tiba di Kecamatan Okbab, mereka di cegat oleh lima orang Papua yang bersenjata tajam dan mengaku tergabung dalam kelompok teroris separatis Papua. Mereka kemudian menangkap para pekerja.

Prabowo mengatakan mereka menyerang tiga pekerja dengan senjata mereka. Akibatnya, tiga pekerja mengalami luka-luka. Salah satunya, bernama Benyamin Sembiring, di bebaskan bersama Alverus Sanuari dan di perbolehkan kembali ke Oksibil.

“Mereka (Sembiring dan Sanuari) tiba di Kecamatan Oksibil pada pukul 11.00 WIB,

dan di rawat di RS Oskibil untuk mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Empat pekerja lainnya, bagaimanapun, tetap di tawan oleh para penyandera. “Dua di antaranya luka-luka,” katanya seraya menambahkan bahwa para penculik menuntut uang tebusan Rp500 juta (sekitar US$33.683) untuk pembebasan mereka.

“Pihak berwenang memberikan perhatian serius terhadap permintaan uang tebusan ini dan mengambil

tindakan yang di perlukan untuk segera membebaskan para sandera,” katanya.

Jasa Rilidigital