berita  

Poldaa Metro Jaya dan Lampung berkoordinasi dalam penyelidikan penembakan kantor MUI

Polda Metro Jaya dan Lampung berkoordinasi dalam penyelidikan penembakan kantor MUI
Polda Metro Jaya dan Lampung berkoordinasi dalam penyelidikan penembakan kantor MUI

Rilidigital – Jakarta, Poldaa Metro Jaya dan Polda Lampung pada Selasa mengintensifkan koordinasi mengusut kasus penembakan di Mabes Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta.

Penembaknya adalah seorang pria berusia 60 tahun yang di identifikasi oleh polisi berinisial M di namanya. KTP-nya menunjukkan Lampung sebagai domisilinya.

“Kami sudah menurunkan tim yang akan terus berkoordinasi dengan Polda Lampung, dan kami akan menganalisa setiap data yang kami peroleh dan berkoordinasi dengan Polda Lampung,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Dia menginformasikan bahwa Polda Metro Jaya dan Polda Lampung sedang melakukan penyelidikan paralel di wilayah hukum masing-masing, dan motif utama penyerangan akan di simpulkan dari temuan kedua penyidik ​​tersebut.

Saat ini, Polda Metro Jaya masih menunggu hasil otopsi tersangka yang tewas dalam peristiwa itu,

dan analisis forensik terhadap barang bukti yang diperoleh dari tersangka di tempat kejadian perkara.

Polda Lampung juga sudah memanggil keluarga tersangka di Lampung untuk di mintai keterangan.

Andiko mengatakan, tidak ingin berspekulasi tentang hasil penyelidikan awal, dan menegaskan bahwa polisi akan mengumumkan temuan setelah penyelidikan selesai.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi

mengatakan, polisi akan menunggu laporan lengkap untuk mengetahui penyebab kematian tersangka.

Tersangka yang di temukan tidak sadarkan diri setelah penembakan itu di bawa ke RS Polri Kramat Jati. Namun, dia di nyatakan meninggal pada saat kedatangan.

“Kami belum menyimpulkan (penyebab kematian tersangka). Sekali lagi belum ada kesimpulan,” kata Haryadi dalam konferensi pers di Polres Menteng, Selasa.

Dia juga menginformasikan bahwa tersangka bukan bagian dari kelompok teror atau aktor tunggal yang melakukan aksi teror di bawah pengaruh ideologi ekstrim.

Jasa Rilidigital