Pihak Berwenang Tangkap Turis Polandia yang Melanggar Adat

Pihak Berwenang Tangkap Turis Polandia yang Melanggar Adat
Pihak Berwenang Tangkap Turis Polandia yang Melanggar Adat

RILIDIGITAL.COMDalam video yang viral di media sosial, kedua orang Polandia tersebut terlihat bersitegang

dengan petugas keamanan desa adat (pecalang) di Sukawati, Gianyar,

karena menolak mengikuti adat Bali saat Nyepi. Pecalang terlihat dalam video tersebut menjelaskan kepada FN bahwa selama Nyepi,

Oleh karena itu, untuk menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat, semua kegiatan di luar rumah atau akomodasi dilarang, kecuali untuk pecalang.

selama periode ini, Pecalang memiliki tanggung jawab untuk berpatroli dan melakukan kegiatan di luar untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam menjalankan tugas mereka, Pecalang bekerja sama dengan pihak keamanan dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan bahwa kegiatan masyarakat berlangsung dengan lancar dan aman

Oleh karena itu, penting untuk mematuhi aturan ini agar kita dapat memutus mata rantai penyebaran virus dan memastikan kesehatan dan keselamatan kita semua..

Namun, para FN menolak untuk memenuhi permintaan pecalang, dengan alasan bahwa mereka tidak memiliki tempat tinggal.

Dalam hal ini, meskipun Karol dan Barbara sedang dalam proses pemeriksaan imigrasi, mereka mengatakan bahwa mereka sedang berlibur dengan anggaran rendah di Bali sebagai backpacker.

Namun demikian, belum ada kepastian mengenai hasil pemeriksaan imigrasi yang sedang berlangsung.

Pihak Berwenang Tangkap Turis Polandia yang Melanggar Adat

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kedua FN yang bernama Karol Grabinski dan Barbara Karina Walczak masuk ke Indonesia dengan menggunakan Visa on Arrival (VoA). Izin tinggal mereka berlaku hingga 29 Maret 2023.

Dalam hal ini, pihak imigrasi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena Karol dan Barbara masih dalam proses pemeriksaan.

Oleh karena itu, kita harus menunggu hingga pemeriksaan selesai dilakukan sebelum mendapatkan informasi lebih lanjut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Anggiat Napitupulu, dalam keterangan tertulisnya di Denpasar, Kamis, 23 Maret 2023,

mengatakan imigrasi akan menindak tegas para FN yang melanggar aturan hukum dan adat istiadat di Indonesia, khususnya di Pulau Dewata.

Jasa Rilidigital