Pernikahan Dini : Menakar Risiko dan Konsekuensi

Pernikahan Dini : Menakar Risiko dan Konsekuensi

RiliDigital.com – Pernikahan dini masih menjadi masalah serius di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Pada awal tahun 2023, terdapat 16 kasus pernikahan dini anak di bawah umur, meningkatkan total kasus selama 3 tahun terakhir menjadi 386.

Angka tersebut mengkhawatirkan karena masalah tersebut dapat menimbulkan risiko dan konsekuensi buruk bagi perempuan dan laki-laki yang menikah terlalu muda.

Di masyarakat yang menganut tradisi dan norma budaya perempuan menikah muda dapat menimbulkan risiko kesehatan, kekerasan dalam rumah tangga, putus sekolah, dan dampak negatif pada kehidupan perkawinan. Hal ini tentu menjadi sebuah tantangan yang perlu segera diatasi agar tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan mandiri.

Pernikahan dini menimbulkan risiko dan konsekuensi buruk bagi perempuan dan laki-laki yang menikah terlalu muda.

Beberapa risiko dan konsekuensi dari pernikahan dini yang perlu diperhatikan antara lain

  1. Risiko kesehatan fisik dan mental. Perempuan yang menikah pada usia yang terlalu muda memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan selama kehamilan dan persalinan, seperti preeklampsia, keguguran, dan kelahiran prematur. Selain itu, pernikahan dini juga dapat menimbulkan dampak psikologis yang berat bagi perempuan dan laki-laki, seperti depresi, stres, dan kecemasan.
  2. Risiko kekerasan dalam rumah tangga. Masalah tersebut seringkali terjadi di tengah masyarakat yang masih mengedepankan tradisi dan norma-norma budaya yang mengharuskan perempuan menikah pada usia yang masih sangat muda. Hal ini seringkali menimbulkan risiko kekerasan dalam rumah tangga, termasuk kekerasan fisik, psikologis, dan seksual.
  3. Risiko putus sekolah. Pernikahan dini seringkali menyebabkan anak-anak dan remaja putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan mereka. Hal ini akan berdampak pada keterbatasan mereka dalam mencari pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.
  4. Dampak negatif pada kehidupan perkawinan. Pernikahan dini seringkali menghasilkan pasangan yang tidak siap secara emosional, finansial, dan psikologis untuk menjalani kehidupan perkawinan yang sehat dan bahagia. Hal ini dapat menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, dan keluarga yang tidak bahagia.

Untuk mencegah terjadinya pernikahan dini di masyarakat, perlu dilakukan berbagai upaya-upaya, antara lain

Pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi 

Pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan berbasis bukti sangat penting untuk mencegah pernikahan dini. Anak-anak dan remaja perlu diberi pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang kesehatan reproduksi dan hak-hak mereka sebagai individu.

Kampanye publik

Kampanye publik yang mempromosikan kesadaran masyarakat tentang bahaya pernikahan dini dan pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang dapat membantu mengurangi jumlah pernikahan dini di masyarakat.

Pendekatan lintas-sektoral

Peningkatan kerja sama antara berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan, dapat membantu mencegah terjadinya masalah tersebut. Hal ini meliputi peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

Pengawasan hukum

Perlu adanya pengawasan dan penegakan hukum yang ketat terhadap praktik masalah tersebut. Hukum harus memberikan sanksi yang tegas dan efektif bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan dini, termasuk orang tua, penghulu, dan pejabat pemerintah.

Pemberdayaan perempuan

Pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan dapat membantu meningkatkan kesadaran mereka tentang hak-hak mereka dan membantu mereka memperoleh penghasilan yang cukup sehingga dapat menunda pernikahan mereka hingga usia yang lebih matang.

Pembangunan infrastruktur

Infrastruktur yang memadai, seperti akses air bersih dan sanitasi yang baik, dapat membantu mengurangi tekanan ekonomi yang memaksa keluarga menikahkan anak mereka terlalu dini.

Kemitraan dengan komunitas lokal

Membangun kemitraan dengan komunitas lokal membantu mengidentifikasi faktor lokal yang mempengaruhi pernikahan dini dan merancang strategi pencegahan yang sesuai.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya yang terintegrasi dan komprehensif untuk mencegah terjadinya masalah tersebut.

Jasa Rilidigital