berita  

Perlindungan WNI Korban TPPO, MOFA Kirim Nota Diplomatik ke Myanmar

Perlindungan WNI Korban TPPO, MOFA Kirim Nota Diplomatik ke Myanmar
Perlindungan WNI Korban TPPO, MOFA Kirim Nota Diplomatik ke Myanmar

Rilidigital – Jakarta: Menindaklanjuti permohonan perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penipuan perusahaan online di Myanmar, Kementerian Luar Negeri RI mengirimkan nota di plomatik kepada Kementerian Luar Negeri Myanmar.

“Kementerian Luar Negeri, KBRI Yangon dan KBRI Bangkok telah menindaklanjuti permohonan perlindungan bagi WNI korban penipuan perusahaan online di Myanmar,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI) dan BHI) Judha Nugraha, Rabu 3 Mei 2023.

“Berbagai langkah telah di lakukan, antara lain mengirimkan nota di plomatik ke Kementerian Luar Negeri Myanmar, berkoordinasi dengan otoritas setempat, serta bekerja sama dengan lembaga internasional seperti IOM dan Kantor Dukungan Regional Bali Process di Bangkok,” lanjutnya.

Judha mengatakan memang ada tantangan yang tinggi di lapangan terkait kasus ini. Menurut dia, WNI mayoritas berada di Myawaddy, lokasi konflik bersenjata antara militer Myanmar dan kelompok pemberontak.

Namun, kata dia, hal tersebut tidak menyurutkan berbagai upaya perlindungan yang terus di upayakan

Kementerian Luar Negeri, KBRI Yangon dan KBRI Bangkok.

Beberapa langkah yang di lakukan pemerintah Indonesia antara lain mendesak otoritas Myanmar

mengambil langkah efektif untuk menyelamatkan WNI, memetakan jaringan yang ada di Myawaddy

melalui kerjasama dengan berbagai lembaga pemantau kasus penipuan online.

“Pendekatan formal dan informal terus di lakukan,” katanya.

Sementara dari sisi penegakan hukum, Judha mengatakan Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk menindak para pelaku.

“Dari sisi pencegahan melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai modus-modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam kasus penipuan online,” terangnya.

Selama periode 2020-2023, KBRI Yangon menerima laporan 203 WNI mengalami permasalahan di

wilayah Myanmar, khususnya terkait indikasi atau dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Hingga April 2023, KBRI Yangon telah memfasilitasi penyelesaian dan pemulangan 127 WNI. (Kevin Omar Schreiber)

Jasa Rilidigital