berita  

Peresmian gereja Bogor selesaikan perselisihan bertahun-tahun

Peresmian gereja Bogor selesaikan perselisihan bertahun-tahun
Peresmian gereja Bogor selesaikan perselisihan bertahun-tahun

Rilidigital.com , Jakarta – Peresmian gereja Bogor selesaikan perselisihan selama bertahun-tahun: Menteri ,Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memuji selesainya sebuah gereja

Presbiterian di Bogor, Jawa Barat, sebagai hasil dari koordinasi berkelanjutan antara pihak berwenang dan tokoh agama setempat untuk menegakkan hak-hak warga untuk beribadah.

Gereja ini bernama GKI Pengadilan – GKI untuk menunjukkan afiliasinya dengan Gereja Kristen Indonesia (GKI) – dan sebelumnya di kenal sebagai GKI Yasmin,

yang merencanakan pembangunan adalah pusat dalam perselisihan selama bertahun-tahun antara gereja dan penduduk setempat yang menentangnya.

“Saya pikir ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Sebuah isu, termasuk masalah tentang pengembangan tempat ibadah, dapat di selesaikan melalui cara-cara yang baik tanpa konflik, dengan kepemimpinan, manajemen, dan koordinasi

yang baik, serta kemampuan untuk merangkul semua pihak untuk mencapai resolusi yang baik,

“kata Karnavian setelah meresmikan GKI Pengadilan di sini, Minggu.

Selama upacara, yang bertepatan dengan Misa Paskah, menteri menyatakan rasa terima kasihnya atas peresmian gereja yang menandakan berakhirnya perselisihan 16 tahun.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Mahakuasa karena (pembangunan gereja selesai)

setelah perselisihan panjang selama setidaknya 16 tahun, dan hari ini, secara resmi, masalah ini di selesaikan dengan cara yang baik,” katanya.

Peresmian gereja Bogor selesaikan perselisihan selama bertahun-tahun: Menteri

Perselisihan tersebut menjadi sorotan nasional dan internasional dan mendorong pemerintah pusat untuk bertindak menyelesaikan perselisihan tersebut.

Kelompok Kristen mulai membangun sebuah gereja di Jalan Abdullah bin Nuh di kota Jawa Barat pada tahun 2006 tetapi mendapat tentangan dari

penduduk setempat yang menuduh kelompok tersebut mengumpulkan tanda tangan palsu warga untuk menyetujui pembangunan.

Pemerintah kemudian mencabut izin untuk membangun gereja untuk menghindari konflik. Pertempuran hukum yang berlarut-larut terjadi antara kongregasi dan pemerintah kota.

Pada tahun 2012 pemerintah kota menawarkan rencana relokasi untuk pembangunan gereja. Pada Juni 2021, Walikota Bogor Bima Arya memberikan tanah untuk membangun gereja setelah anggota kelompok setuju dengan rencana relokasi.

Peresmian gereja Bogor

Karnavian, yang telah menemani anggota gereja GKI Yasmin berdemonstrasi untuk gereja mereka selama menjabat sebagai Kepala Polisi Jabodetabek,

mengakui bahwa kebuntuan dalam upaya untuk menyelesaikan masalah di masa lalu telah membuatnya kewalahan.

Namun, melalui komunikasi dan koordinasi antara otoritas Kota Bogor dan pemerintah pusat, perselisihan akhirnya di selesaikan, dan gereja dapat di bangun, katanya.

“Saya salut kepada Menteri (Mahfud MD) atas dorongan terus-menerus agar negara hadir (untuk rakyat). Kami selalu mengingat ini,” kata Karnavian.

Menteri menambahkan bahwa kerja tak kenal lelah otoritas daerah untuk berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan rakyat,

serta ketajamannya untuk turun dan mengamati kondisi aktual dalam menyelesaikan perselisihan, harus di tiru oleh orang lain.

Jasa Rilidigital