berita  

Pengadilan Menolak Mosi Pra-Persidangan Tersangka Korupsi Lukas Enembe

Pengadilan Menolak Mosi Pra-Persidangan Tersangka Korupsi Lukas Enembe
Pengadilan Menolak Mosi Pra-Persidangan Tersangka Korupsi Lukas Enembe

Rilidigital – Seorang hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari Rabu menolak mosi Gubernur Papua yang di permalukan Lukas Enembe yang menentang penangkapan dan penetapan tersangka korupsi, yang berarti bahwa persidangannya dapat di mulai dalam waktu dekat.

Hakim Hendra Utama mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah bertindak sesuai dengan KUHAP dalam menangani kasus tersebut dengan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Lukas sebagai tersangka dan menahannya.

Hakim juga menolak argumentasi tim pembela yang bersikeras Lukas secara medis tidak layak untuk di adili.

Menurut hakim, alasan medis tersebut tidak ada kaitannya dengan pokok pemeriksaan KPK.

Lukas di tuding menerima sedikitnya Rp 1 miliar dari seorang pengusaha yang di hibahkan proyek infrastruktur oleh pemerintah Papua.

Tapi dia juga menjadi pusat kontroversi terkait dugaan penyelewengan dana pemerintah pusat senilai ratusan miliar rupiah dan gaya hidupnya yang mewah setelah lembaga anti pencucian uang mengungkapkan bahwa dia telah mentransfer uang dalam jumlah besar ke sebuah kasino di luar negeri.

Dari Lukas dan keluarganya, KPK telah menyita uang tunai lebih dari Rp 50 miliar ($ 3,4 juta), empat mobil, emas batangan, dan perhiasan.

KPK menyambut baik putusan hakim tersebut dan berjanji akan mempercepat persiapan persidangan Lukas.

Pengadilan Menolak Mosi Pra-Persidangan Tersangka Korupsi Lukas Enembe

“Penyidikan akan segera kita selesaikan dan saya kira pada tanggal 12 nanti bisa kitalimpahkan

ke kejaksaan untuk disidangkan,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di kantornya di Jakarta.

Selain dakwaan korupsi, Lukas juga dijerat dengan pasal anti pencucian uang, tambahnya.

Sebelumnya pada hari Selasa, tim pembela mendesak pengadilan untuk memerintahkan pembebasan

klien mereka karena alasan medis dan mengecam KPK karena berpotensi melanggar hak asasi manusia dengan menahannya terlepas dari “penyakit yang mengancam jiwanya”.

“Tn. Lukas Enembe menderita penyakit permanen dan kronis yang mengancam nyawanya,” kata pembela dalam sebuah pernyataan.

Pengacara mengatakan bahwa menurut pemeriksaan medis independen, Lukas telah di diagnosis

menderita penyakit ginjal kronis stadium 5 yang mengharuskannya di rawat di ranjang rumah sakit daripada di masukkan ke dalam sel.

Catatan medis dari Royal Healthcare Singapura menunjukkan bahwa Lukas menderita infeksi hati parah

yang di sebabkan oleh virus hepatitis B yang sangat menular dan menimbulkan risiko kesehatan yang

serius bagi orang lain di fasilitas penahanan KPK, bunyi pernyataan itu.

Tim pembela mendesak pengadilan untuk menghentikan penyelidikan atau membebaskan Lukas dari

tahanan sampai dia pulih dan sehat secara medis untuk proses hukum.

Jasa Rilidigital