Pemerintah tidak memprediksi puncak arus balik eksodus Lebaran akan dimulai pada 24 April

Pemerintah tidak memprediksi puncak arus balik eksodus Lebaran akan dimulai pada 24 April
Pemerintah tidak memprediksi puncak arus balik eksodus Lebaran akan dimulai pada 24 April

Rilidigital.com , Jakarta – Pemerintah tidak memprediksi puncak arus balik eksodus Lebaran akan di mulai

pada 24 April ,Pemerintah Indonesia telah memprediksi puncak arus balik eksodus Idul Fitri 2023 akan terjadi pada 24-25 April dan 29 April-1 Mei 2023.

“Dari analisis yang kami terima, puncaknya akan di mulai pada Senin, 24 April; Selasa, 25 April; kemudian, Sabtu, 29 April; Minggu, 30 April, dan Senin, 1 Mei,

” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah bergabung dengan rapat koordinasi tentang periode arus balik Idul Fitri di sini pada hari Minggu.

Untuk tujuan ini, katanya, kementeriannya menyarankan para pelancong eksodus Idul Fitri menghindari bepergian

selama periode puncak untuk menghindari potensi kemacetan lalu lintas.

“Kami menyarankan orang untuk tidak bepergian pada tanggal-tanggal itu,” katanya.

Dia menambahkan bahwa kementeriannya telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mengintensifkan penyebaran informasi terkait rekomendasi tersebut.

Penyebaran informasi ini bertujuan agar masyarakat memperhatikan jadwal kepulangannya untuk mencegah kemacetan lalu lintas saat puncak masa arus balik keluaran Lebaran.

Pada kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy

menyatakan bahwa berdasarkan prediksi operator jalan tol milik negara PT Jasa Marga,

203 ribu kendaraan akan melakukan perjalanan pulang pergi ke Jakarta dan sekitarnya pada 24-25 April 2023.

Untuk itu, Effendy mencatat bahwa penyebaran informasi secara masif perlu di lakukan agar para pelancong eksodus Lebaran,

terutama yang tidak terburu-buru untuk pulang dan tidak memiliki urusan mendesak, menunda jadwal kepulangan mereka menjadi sekitar 26-30 April 2023.

“Tentu tidak ada larangan bagi mereka yang tidak bisa menunda perjalanan pulang ke Jakarta dan sekitarnya,” katanya.

Untuk Idul Fitri tahun ini, pemerintah telah memproyeksikan bahwa jumlah pelancong mudik mudik Idul Fitri akan mencapai 123 juta.

Angka tersebut mencerminkan peningkatan di bandingkan dengan jumlah pelancong eksodus pada tahun 2022, yang mencapai 85 juta.

Jasa Rilidigital