berita  

Pemerintah Pusat Diundang Tinjau Pengelolaan Sampah Terpadu di Jakarta

Pemerintah Pusat Diundang Tinjau Pengelolaan Sampah Terpadu di Jakarta
Pemerintah Pusat Diundang Tinjau Pengelolaan Sampah Terpadu di Jakarta

Rilidigital – Pemerintah pusat bersama Pemprov DKI Jakarta memantau pengelolaan sampah di Pesanggrahan Jakarta Recycle Center (JRC), Jakarta Selatan dan TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Pusat Riset dan Inovasi Daerah Kepala Bappeda, Adhika Ajie mengungkapkan kunjungan hari ini merupakan bagian dari kerjasama antara Bappeda dan Bappenas. Bappenas saat ini sedang menyiapkan kajian terkait rancangan undang-undang khusus untuk Jakarta yang tidak lagi menjadi ibu kota.

“Salah satu poin penting dari persiapan ini adalah pengelolaan sampah. Karena itu, kami mengajak Anda untuk melihat langsung lokasi pengelolaan sampah Jakarta,” ujarnya, Jumat (14/7).

Ia menambahkan, peserta yang hadir hari ini adalah dari Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kementerian ATR/BPN, Badan Mitra Pembangunan, dan perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta. Pemerintah.

Baca juga: Air Bersih, Manajemen Sanitasi Membantu Menurunkan Kasus Stunting: BKKBN

“Peserta di berikan gambaran dan kewenangan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Sehingga dapat mengidentifikasi skema pembiayaan pengelolaan sampah,” jelasnya.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan masukan dan pandangan dalam melaksanakan penyusunan akademik RUU Kekhususan Jakarta. Dengan demikian, setelah pemindahan ibu kota tetap menjadi kota global yang berkelanjutan.

“Meski masih ada kendala, kami sangat optimis Jakarta akan tetap menjadi pusat ekonomi. Salah satu sumber pengelolaan sampah ini,” imbuhnya.

Direktur Regional I Bappenas Abdul Malik Sadat Idris mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi masalah sampah. Dalam mendukung penyusunan UU Kekhususan Jakarta, perlu percepatan dan sinergitas antar lembaga atau kementerian agar saling berbagi peran untuk melakukan terobosan.

“Mudah-mudahan kekhususan yang di butuhkan Pemprov DKI bisa di rumuskan dalam peraturan baru,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan JRC merupakan pengelolaan sampah yang mengutamakan pemilahan sampah dari sumbernya. Saat ini telah di lakukan di dua kawasan perumahan dengan total 771 orang.

Sedangkan TPST Bantargebang saat ini merupakan proyek percontohan PLTSa dan juga merupakan pengolahan limbah Landfill Mining dan Pabrik RDF yang mampu mengurangi 1.000 ton sampah lama per hari dan 1.000 ton sampah baru per hari.

“Harapannya, perkembangan Jakarta bisa memberikan pandangan kepada tim Pusat untuk menyusun RUU,” tandasnya.

Jasa Rilidigital