berita  

Pasangan Suami Istri Asal Jakarta Tewas Bunuh Diri di Gianyar Bali, Wasiatnya Bikin Merinding

Seorang warga Perum, Tjampuhan Utama, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali menemukan sepasang suami istri asal Jakarta yang tewas mengenaskan kemarin (20/11).

Korban Anggreni Dewi (49) dan suaminya Nurdin (49) ditemukan bunuh diri di rumahnya sekitar pukul 12.30 WITA. Keduanya ditemukan dalam posisi berbeda, satu tergeletak di kamar mandi dan satu lagi di kamar tidur lantai bawah.

Polisi yang mengetahui kejadian mengejutkan tersebut langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Pering.

Dari hasil pemeriksaan TKP oleh tim Inafis Polres Gianyar, Polsek Blahbatuh dan Puskesmas Blahbatuh, ditemukan cairan berwarna kuning berisi benda padat berwarna putih. Polisi juga menemukan tiga surat yang ditulis dan ditanda tangani oleh kedua korban pada 16 November 2022.

“Ada pernyataan, wasiat dan permintaan maaf kepada orang tua dan keluarga,” kata Kapolsek Blahbatuh Kompol I Made

Dua surat yang berisi nomor rekening dan juga nomor telepon teman dan anggota keluarga. Polisi juga menemukan beberapa narkoba di rumah korban.

Pria dan wanita asal Jakarta Utara ini mengaku dalam wasiatnya bahwa bunuh diri itu disengaja. Setelah meninggal, pasangan tersebut menyarankan agar jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu agar keluarga tidak bingung saat mencarinya.

Aksi nekat pasangan ini terungkap saat orang tua korban yang tinggal di Semarang menghubungi saksi Made Suwitra untuk menjenguk anaknya.

Alasannya, saat dihubungi putrinya Anggreni Dewi tidak menjawab telepon.
Saksi langsung mendatangi korban, namun tidak menjawab saat dipanggil. Made Suwitra kemudian meminta bantuan penjaga apartemen untuk mengecek rumah korban.

Mereka kemudian pergi ke TKP. Namun karena tidak ada tanda-tanda kehidupan, maka saksi dan pengawal pergi ke rumah korban yang pintu gerbangnya tidak dikunci. Betapa terkejutnya mereka menemukan sang suami meninggal dalam keadaan yang begitu mengenaskan.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Hanya ditemukan luka memar di wajah keduanya dan cairan tubuh dari mulut mereka,” jelasnya.

Jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Prof. Ngoerah sementara pihak keluarga menunggu untuk dibawa. Polisi masih menyelidiki kematian pasangan tersebut.

Jasa Rilidigital