Otoritas Bali Tangkap Turis Polandia karena Menentang Adat pada Hari Raya Nyepi

Otoritas Bali Tangkap Turis Polandia karena Menentang Adat pada Hari Raya Nyepi
Otoritas Bali Tangkap Turis Polandia karena Menentang Adat pada Hari Raya Nyepi

RiliDigital.com ,Jakarta – Otoritas Bali Tangkap Turis Polandia karena Menentang Adat pada Hari Raya Nyepi Kantor Imigrasi di Denpasar, Bali, telah menyelidiki dua warga negara asing (FN)

Polandia yang viral di media sosial karena melanggar aturan adat pada Hari Raya Nyepi, pada 22 Maret 2023.

Dalam sebuah video viral di media sosial, kedua warga Polandia itu terlihat berdebat dengan petugas keamanan desa adat (pecalang) di Sukawati, Gianyar, karena menolak mengikuti adat istiadat Bali selama Nyepi.

Pecalang terlihat dalam video menjelaskan kepada FN bahwa selama Nyepi, semua kegiatan di luar

rumah atau akomodasi di larang, kecuali pecalang, yang dapat berpatroli dan melakukan kegiatan di luar.

Namun, FN menolak untuk memenuhi permintaan pecalang, mengklaim bahwa mereka tidak punya tempat tinggal.

Otoritas Bali Tangkap Turis

Mereka mengatakan bahwa mereka sedang berlibur dengan anggaran rendah di Bali sebagai backpacker.

Alhasil, Polsek Sukawati di Gianyar, Bali, akhirnya menangkap dan menahan kedua FN tersebut dan menyerahkannya ke imigrasi.

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kedua FN bernama Karol Grabinski dan Barbara Karina Walczak itu masuk ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VoA).

Izin tinggal mereka berlaku hingga 29 Maret 2023.

Terkait kasus ini, pihak imigrasi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena Karol dan Barbara masih dalam penyelidikan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Anggiat Napitupulu, mengatakan dalam keterangan tertulisnya di Denpasar, Kamis, 23 Maret 2023,

bahwa imigrasi akan menindak tegas FN yang melanggar aturan hukum dan adat di Indonesia, khususnya di Pulau Dewata.

Otoritas Bali Tangkap Turis Polandia karena Menentang Adat pada Hari Raya Nyepi

Anggiat Napitupulu juga mengatakan, pemberlakuan kedua FN Polandia tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pecalang Desa Adat Sukawati, Polsek Sukawati, dan kantor imigrasi setempat.

“Saya ingin berterima kasih kepada pecalang dan Polisi Sukawati.

” Saya berharap kerja sama seperti itu akan ditingkatkan di masa depan. Segera laporkan ke imigrasi jika ada FN yang di temukan melanggar aturan. “Sesuai dengan peraturan yang berlaku, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap FN tersebut,” kata Anggiat.

Jasa Rilidigital