Operator untuk memperkenalkan sistem zonasi di kompleks Candi Borobudur

RiliDigital.com Pengelola Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, berencana memperkenalkan sistem zonasi di kompleks lokasi wisata untuk mengoptimalkan fungsi candi dari aspek konservasi, spiritual, pendidikan, dan komersial. Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (PT TWC) Edy Setijono mengatakan, sistem zonasi akan menyeimbangkan semua aspek yang menyatu dalam candi.

Semua aspek dilayani di lokasi tertentu. Misalnya, kegiatan spiritual akan memiliki tempat tertentu,” kata Setijono, sesuai keterangan di sini , Sabtu.

PT TWC sedang menjalin komunikasi dengan semua pemangku kepentingan untuk merencanakan sistem zonasi baru untuk memastikan Candi Borobudur melayani semua kepentingan dan memastikan tidak ada satu aspek pun yang mendominasi fungsi candi, tegasnya.

Apalagi, pernyataan bersama empat menteri kabinet dan dua gubernur sepakat menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat kegiatan agama Buddha di Indonesia dan dunia, tegas Dirut. “Kami akan memastikan (Candi Borobudur) melayani semua fungsi, tapi skala prioritas (fungsional)-nya akan kami atur,” kata Setijono.

Sementara itu, Direktur Bimbingan Umat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi mengatakan, rencana itu harus dipikirkan matang-matang dan diputuskan bersama, karena akan berdampak pada berbagai institusi. Dia menegaskan, pemerintah telah menekankan perlunya melestarikan situs dan bangunan candi kuno.

“Kami berharap ada solusi untuk kepentingan umat Buddha dan pemerintah,” tegas Supriyadi. Pejabat kementerian mengatakan, otoritas harus memastikan bahwa fungsi candi dari aspek konservasi, spiritual, pendidikan, dan komersial akan seimbang. Apalagi, undang-undang cagar budaya kita mengamanatkan Candi Borobudur digunakan untuk kepentingan religi.

Jasa Rilidigital