berita  

Ombudsman Panggil Bappepti di Tengah Penundaan Peluncuran Crypto Bourse yang Berlarut-larut

RiliDigital.com ,Jakarta – Ombudsman Panggil Bappepti memanggil pejabat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, atau Bappebti, untuk penyelidikan pada hari Rabu untuk mencari penjelasan atas penundaan panjang dalam pembentukan bursa aset digital yang menimbulkan dugaan maladministrasi.

Ombudsman Yeka Hendra Fatika mengatakan pada hari Selasa kantornya akan menanyai Bappebti tentang prosedur penerbitan lisensi untuk apa yang di sebut crypto bourse.

“Selama semua prosedur telah di ikuti, mereka tidak punya alasan untuk menunda atau mengabaikan [peluncuran crypto bourse],” kata Yeka di kantornya di Jakarta.

Pemerintah Indonesia awalnya ingin memperkenalkan crypto bourse pada tahun 2021 tetapi tertunda karena rumitnya prosedur.

Ombudsman Panggil Bappepti

Rencana itu muncul kembali September lalu ketika Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga

mengatakan bahwa pemerintah mengharapkan bursa

kripto pertama di negara itu akan di luncurkan sebelum akhir 2022 tetapi sekali lagi gagal terwujud.

Digital Futures Exchange, sebuah perusahaan yang telah mengajukan permohonan untuk operator calon

crypto bourse, mengajukan pengaduan ke Ombudsman dengan tuduhan maladministrasi oleh Bappepti.

“Kami telah memeriksa semua dokumen yang tersedia dan sejauh ini tampaknya bagi kami bahwa semua

dokumen yang di perlukan telah di sajikan meskipun kami perlu memeriksa lagi,” kata Yeka.

Ombudsman Panggil Bappepti

Jika perwakilan Bappepti gagal muncul, Ombudsman di beri wewenang oleh hukum untuk memaksa mereka menghormati panggilan tersebut, kata Yeka tanpa memberikan rincian.

“Kami di beri mandat dan wewenang untuk memperoleh informasi, mengambil dokumen dan memeriksanya.

Jika mereka tidak muncul, ombudsman dapat memaksa mereka untuk datang tetapi mudah-mudahan, itu tidak akan pernah terjadi karena itu tidak menyenangkan bagi semua orang,” kata Yeka

 

Jasa Rilidigital