berita  

Mentri Luar Negeri RI menghadiri Indo-Pacific Ministerial Forum UE

Mentri Luar Negeri RI menghadiri Indo-Pacific Ministerial Forum UE
Mentri Luar Negeri RI menghadiri Indo-Pacific Ministerial Forum UE

Rilidigital – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi tiba di Stockholm, Swedia, pada Sabtu (13/5) untuk menghadiri Forum Tingkat Menteri untuk Kerja Sama di Indo-Pasifik yang di pimpin Uni Eropa.

“Sebagai ketua ASEAN, Indonesia di undang untuk menghadiri Indo-Pacific Ministerial Forum sebagai salah satu keynote speaker,” kata Menlu dalam siaran pers dari Stockholm yang di terima ANTARA di Jakarta, Minggu.

Swedia saat ini menjabat sebagai presiden Uni Eropa, dan di sela-sela forum tersebut, Menteri Marsudi melakukan pertemuan dengan 22 menteri luar negeri atau pejabat setingkat kementerian.

Forum tingkat menteri kembali di gelar setelah pertemuan serupa di Paris tahun lalu yang juga di hadiri Indonesia sebagai keynote speaker.

Pada forum tahun ini, Retno Marsudi menyampaikan kepada para peserta bahwa kerjasama di kawasan Indo-Pasifik merupakan salah satu isu yang di bahas pada KTT ke-42 Association of Southeast Asian Nation (ASEAN). Dia menegaskan kembali bahwa pengelompokan kawasan tidak ingin Indo-Pasifik menjadi teater persaingan antara kekuatan besar.

“Oleh karena itu, kita semua perlu bekerja sama, termasuk upaya yang di lakukan dalam forum ini,

untuk memastikan Indo-Pasifik menjadi kawasan yang damai dan sejahtera,” kata Marsudi.

Mentri Luar Negeri RI menghadiri Indo-Pacific Ministerial Forum UE

Menurut Menkeu, ASEAN terbuka untuk kerjasama dengan semua negara tanpa terkecuali.

Dia, bagaimanapun, menekankan bahwa kerjasama apa pun harus di jalin dengan menghormati hukum

internasional, dan paradigma kolaboratif harus di adopsi oleh semua.

“ASEAN secara gigih menegakkan kedua prinsip ini selama setengah abad, dan saya yakin ini adalah

prinsip yang sesuai dengan Indo-Pasifik,” katanya.

Semua pihak harus terlibat di Indo-Pasifik secara inklusif, sehingga semua dapat mengambil manfaat

dari perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan tersebut, tambahnya.

Lebih jauh lagi, setiap kerjasama di kawasan juga harus konkrit dan bermanfaat bagi masyarakat,

serta berwawasan ke depan agar bangsa dapat mengatasi berbagai tantangan di masa depan.

Marsudi juga mengajak semua yang hadir dalam pertemuan tersebut, khususnya kalangan bisnis,

untuk berpartisipasi dalam Forum ASEAN-Indo-Pasifik yang akan berlangsung di Jakarta pada bulan

September dan akan di selenggarakan secara back to back dengan KTT ASEAN ke-43.

Forum ASEAN-Indo-Pasifik menjadi wadah bagi semua pihak untuk mengoptimalkan potensi kerjasama di kawasan Indo-Pasifik.

Jasa Rilidigital