Menteri Desa Menyoroti Perlunya Perbaikan Pengelolaan Dana Desa

Menteri Desa Menyoroti Perlunya Perbaikan Pengelolaan Dana Desa
Menteri Desa Menyoroti Perlunya Perbaikan Pengelolaan Dana Desa

Rilidigital – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menekankan pentingnya perbaikan pengelolaan dana desa yang berpotensi meningkat menjadi Rp5 miliar (sekitar US$330.961) per desa mulai tahun 2024.

“Konsekuensinya, pengelolaan dana desa harus jauh lebih baik lagi,” ujarnya pada Pelatihan Pelatih Peningkatan Partisipasi Pegiat Desa dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Warga Desa di Semarang, seperti tertulis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Iskandar mencatat, dengan dana desa yang lebih besar, pembangunan fisik desa bisa lebih cepat selesai.

Menurutnya, setelah pembangunan infrastruktur selesai, penting untuk diperhatikan pemeliharaannya, yang juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Untuk itu pendamping desa di harapkan dapat menjadi jembatan antara kepala desa dengan masyarakat

agar kedua belah pihak ikut bertanggung jawab atas pembangunan desa.

“Maka dari itu, saya menambahkan tugas pendamping desa untuk melakukan sosialisasi dan konsolidasi

pembangunan desa kepada masyarakat dengan sasaran meningkatkan partisipasi masyarakat agar

mereka lebih merasa di ikutsertakan dalam proses pembangunan desa,” kata Menkeu.

Ia menegaskan, kenaikan dana desa juga akan berlaku bagi desa yang berstatus desa mandiri, meski infrastrukturnya lebih maju.

Hal ini karena pembangunan desa bukan hanya tentang infrastruktur tetapi juga terkait dengan penyelesaian masalah yang semakin kompleks dan abstrak.

“Banyak pertanyaan: kalau desa sudah mandiri, apakah tugas pembangunan desa sudah selesai? Jawabannya tidak, malah semakin kompleks dan abstrak,” ujarnya.

Baca juga: Kementerian Perlu Kerjasama lintas Sektor Untuk Menangani Perdagangan Manusia

Jasa Rilidigital