Menkes menyoroti pentingnya mengintensifkan kesiapsiagaan bencana

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. /HO-Humas Kemenko PMK

 

Rilidigital.com , Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana untuk menghindari risiko terhadap kehidupan manusia.

“Jadikan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan risiko bencana sebagai gaya hidup,” kata Effendy dalam sebuah pernyataan di sini, Selasa .

menteri mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencatat 3.350 bencana alam tahun ini hingga 12 Desember 2022, didominasi oleh bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, seperti banjir dan tanah longsor.

Selain bencana hidrometeorologi, Indonesia juga rawan bencana geologi, seperti gempa tektonik, likuifaksi, tsunami, dan letusan gunung berapi, tambahnya.

“Bahkan baru-baru ini, Indonesia harus menanggung kerugian dan sedang berduka atas (skala kehancuran dan dampak akibat) gempa Cianjur (pada 21 November),” katanya.

Kondisi ini menyoroti perlunya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana mengingat tren peningkatan kejadian bencana di Indonesia, demikian pernyataan menteri koordinator.

Effendy menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengurangi risiko bencana.

“Mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga membutuhkan dukungan dari semua pihak,” katanya.

Sambil menekankan pentingnya pendekatan pentahelix dalam upaya mitigasi bencana, menteri menggarisbawahi bahwa pemerintah, akademisi, sektor bisnis, publik, media, dan polisi dan militer harus bekerja sama untuk melakukan tugas tersebut.

Effendy mengatakan, perbaikan data di lokasi, yang harus disediakan dengan cepat dan akurat, sangat penting, karena data tersebut akan dipertimbangkan untuk memutuskan langkah-langkah yang tepat untuk mitigasi bencana.

Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk terus memperbarui data bencana, karena pemerintah terus mendorong koordinasi lintas sektoral, tambahnya.

Jasa Rilidigital