berita  

Mengetahui lebih banyak tentang wasabi di Nagano

Mengetahui lebih banyak tentang wasabi di Nagano
Mengetahui lebih banyak tentang wasabi di Nagano

RILIDIGITAL.COM Masyarakat Indonesia mengenal wasabi sebagai pasta pedas yang biasanya disajikan bersama makanan khas Jepang seperti sushi, sashimi, dan soba.

Orang Indonesia mungkin menganggap rasa pedas pasta wasabi unik karena berbeda dengan rasa pedas cabai yang biasa mereka konsumsi.

Wasabi juga sering di nikmati sebagai penambah rasa makanan dalam bentuk pasta yang di peroleh dari umbi tanaman wasabi.

Umbi wasabi di parut terlebih dahulu untuk membuat pasta, yang di sajikan langsung dengan makanan laut atau daging panggang untuk meningkatkan rasanya.

Karena umbi wasabi tidak mudah didapat, masyarakat Jepang biasanya membeli wasabi dari supermarket dalam bentuk pasta wasabi yang sudah dikemas dan siap dikonsumsi.

Di Jepang, pasta wasabi tidak hanya digunakan sebagai penambah rasa: Orang Jepang juga menggunakannya untuk membunuh bakteri pada hidangan ikan mentah atau sashimi.

Wasabi juga dapat digunakan sebagai penyegar untuk makanan seperti daging: biasanya dengan menaburkan parutan wasabi di atas daging panggang.

Di antara manfaat lain dari wasabi adalah membantu mencegah gejala penuaan.

Selain umbinya, batang dan daun tanaman wasabi juga dapat di konsumsi dengan mengolahnya menjadi tempura atau makanan yang di goreng.

Mengetahui lebih banyak tentang wasabi di Nagano

PT Dayo Wasabi Farm tempat Kumai bekerja adalah produsen wasabi terbesar di Jepang.

Berlokasi di kota Azumino, Prefektur Nagano, perkebunan seluas 11 hektar ini terdiri dari fasilitas budidaya, produksi, dan pemasaran.

Tempat budidaya itu sendiri terdiri dari beberapa petak tanah untuk penanaman, dengan yang terbesar berukuran hingga satu kilometer.

Setiap bulan Mei, bunga wasabi bermekaran di perkebunan ini. Bunga-bunga tersebut melakukan penyerbukan secara alami untuk menghasilkan biji.

Biji yang di peroleh dari penyerbukan bunga wasabi kemudian di pindahkan ke tempat penyemaian.

Setelah biji tumbuh menjadi bibit, biji tersebut di pindahkan lagi untuk proses pembesaran bibit.

“Oleh karena itu, kami terus berinovasi dan berupaya untuk memperbaiki proses produksi bibit agar bisa menghasilkan bibit yang berkualitas tinggi dalam waktu yang lebih singkat,” lanjut Kumai.

Setelah tumbuh menjadi bibit yang besar, bibit wasabi di tanam kembali di lokasi budidaya hortikultura.

Bibit wasabi yang di tempatkan di sana di siram oleh mata air yang memancar secara alami.

Oleh karena itu, harga wasabi cukup mahal karena tanaman ini tidak bisa di tanam di sembarang tempat.

Budidaya wasabi membutuhkan sistem pengairan khusus di daerah yang memiliki mata air yang memancar secara alami.

Di Jepang, budidaya wasabi hanya di lakukan di tiga tempat, yang terbesar adalah Azumino, kemudian Prefektur Shizuoka, dan sebagian kecil di Tokyo.

Mengetahui lebih banyak tentang wasabi di Nagano

Sementara itu, setelah bibit wasabi berukuran besar di tanam kembali di tempat budidaya hortikultura selama 1 tahun, wasabi siap di panen dan di olah menjadi berbagai macam produk makanan.

Umbi wasabi dapat di olah menjadi lalapan, sedangkan batang, tangkai, dan daun wasabi dapat di olah menjadi kue, camilan tempura, dan produk olahan lainnya.

PT Dayo Wasabi Farm memproduksi hingga 60 ton produk wasabi per tahun.

Sebagian besar produk yang di hasilkan oleh perusahaan ini adalah produk pasta wasabi segar yang di kemas dalam berbagai cara.

Pasta wasabi dapat di makan dengan hidangan segar. Selain itu juga dapat di gunakan sebagai bumbu masakan dan obat herbal untuk membantu mencegah penuaan.

Di tempat budidaya PT Dayo Wasabi Farm, pasta wasabi segar juga di gunakan dalam es krim dan kopi.

Ada juga produk olahan yang terbuat dari batang dan daun wasabi, yang di olah menjadi tempura atau camilan gorengan yang sudah di kemas dan siap saji.

Ketika volume produksi cukup besar, produk wasabi di kirim ke berbagai lokasi di seluruh Jepang.

Namun, karena volume produksi terus menurun, sebagian besar produk sekarang di pamerkan di toko-toko yang terletak di dekat area penanaman wasabi.

Mengetahui lebih banyak tentang wasabi di Nagano

Sebagian besar pelanggan datang langsung ke toko-toko tersebut untuk membeli produk wasabi.

Volume produksi wasabi di PT Dayo Wasabi Farm terus menurun karena berkurangnya jumlah mata air alami di sekitar lokasi budidaya.

Penurunan ini juga di sebabkan oleh hama dan penyakit yang mempengaruhi kualitas tanaman wasabi.

Sementara itu, selain di konsumsi sebagai pelengkap makanan sehari-hari, wasabi juga di makan saat perayaan hari besar di Jepang.

Pada umumnya, masyarakat Jepang mengkonsumsi produk wasabi yang mengandung 100 persen wasabi murni untuk merayakan hari-hari besar tertentu karena harga wasabi yang sangat tinggi.

Sedangkan wasabi yang di makan sehari-hari biasanya di tambahkan dengan bahan lain dan hanya memiliki kandungan wasabi sekitar 5-10 persen, sehingga harganya jauh lebih murah.

Jasa Rilidigital