Mengenal Istilah Unicorn Startup

Mengenal Istilah Unicorn Startup

RILIDIGITAL – Sobat RILI, Mengenal Istilah Unicorn Startup. Unicorn startup adalah istilah yang di gunakan untuk menggambarkan perusahaan startup yang memiliki valuasi (nilai perusahaan) lebih dari 1 miliar dolar AS. Istilah “unicorn” di gunakan karena pada awalnya, perusahaan-perusahaan dengan valuasi tersebut di anggap sangat langka, seperti makhluk mitos yang sulit di temukan.

Istilah ini pertama kali di perkenalkan oleh Aileen Lee, seorang pendiri Cowboy Ventures, pada tahun 2013. Sejak itu, istilah “unicorn” telah di gunakan secara luas dalam dunia startup dan investasi untuk menggambarkan perusahaan yang mencapai status ini.

Unicorn startup sering kali mendapatkan perhatian besar dari media dan investor karena pertumbuhan dan potensi keuntungan yang tinggi. Beberapa contoh unicorn startup terkenal termasuk Uber, Airbnb, SpaceX, Palantir, dan banyak lagi. Valuasi tinggi ini seringkali mencerminkan pertumbuhan yang cepat dan peningkatan nilai perusahaan yang signifikan dalam waktu relatif singkat.

Meskipun unicorn startup di anggap sebagai prestasi yang luar biasa, tidak semua unicorn dapat mencapai kesuksesan jangka panjang. Ada juga kasus di mana valuasi tinggi tersebut tidak berarti profitabilitas yang kuat atau keberlanjutan jangka panjang bagi perusahaan tersebut.

Unicorn Startup di Indonesia

Di Indonesia, ada beberapa unicorn startup yang telah berhasil mencapai valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS. Berikut adalah beberapa contoh unicorn startup di Indonesia:

  1. Gojek: Gojek merupakan platform transportasi dan layanan pengiriman barang yang berdiri pada tahun 2010. Mereka menyediakan layanan ojek online, pengiriman makanan, pembayaran digital, logistik, dan banyak lagi. Gojek mencapai status unicorn pada tahun 2016 dan menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara.
  2. Tokopedia: Tokopedia adalah platform e-commerce terbesar di Indonesia yang berdiri pada tahun 2009. Mereka menyediakan layanan jual-beli online untuk berbagai jenis produk, mulai dari barang elektronik hingga makanan. Tokopedia mencapai status unicorn pada tahun 2014 dan terus berkembang pesat.
  3. Traveloka: Traveloka adalah perusahaan teknologi yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat, hotel, dan tiket atraksi wisata. Mereka di dirikan pada tahun 2012 dan mencapai status unicorn pada tahun 2017. Traveloka menjadi salah satu perusahaan perjalanan online terbesar di Asia Tenggara.
  4. Bukalapak: Bukalapak adalah platform e-commerce yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual berbagai jenis produk. Di dirikan pada tahun 2010, Bukalapak mencapai status unicorn pada tahun 2017. Mereka fokus pada pengembangan UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia.
  5. OVO: OVO adalah perusahaan fintech yang menyediakan layanan dompet digital, pembayaran, dan pengelolaan keuangan. Mereka berdiri pada tahun 2017 sebagai bagian dari Lippo Group dan mencapai status unicorn pada tahun 2019. OVO memiliki jangkauan luas di Indonesia dan bermitra dengan berbagai sektor, termasuk ritel, transportasi, dan lainnya.

Selain itu, ada juga beberapa perusahaan startup Indonesia lainnya yang sedang dalam perjalanan untuk mencapai status unicorn, seperti Grab Indonesia (layanan ride-hailing dan pengiriman), Ruangguru (platform pendidikan online), dan JD.id (platform e-commerce).

Jasa Rilidigital