Info, Zakat  

Mengenal Delapan Kelompok Asnaf

Mengenal Delapan Kelompok Asnaf

RILIDIGITAL – Sobat RILI, Mengenal Delapan Kelompok Asnaf. Asnaf adalah sebuah istilah dalam bahasa Arab yang merujuk pada kelompok-kelompok orang yang berhak menerima zakat. Dalam Islam, zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib di penuhi oleh setiap umat Muslim yang mampu.

Asnaf di bagi menjadi delapan kelompok, yaitu:

1. Fakir

Fakir adalah sebutan untuk orang yang sangat membutuhkan dan tidak memiliki harta kekayaan atau penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam Islam, fakir termasuk ke dalam kelompok asnaf, yaitu kelompok orang yang berhak menerima zakat.

2. Miskin

Miskin adalah sebutan untuk orang yang memiliki harta, namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam Islam, miskin termasuk ke dalam kelompok asnaf, yaitu kelompok orang yang berhak menerima zakat.

3. Amil

Amil adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Dalam Islam, amil termasuk ke dalam kelompok asnaf. Yaitu kelompok orang yang berhak menerima zakat karena memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan program zakat.

Tugas amil meliputi pengumpulan zakat dari para muzakki (orang yang memberikan zakat) dan pembagian zakat kepada para mustahik (orang yang berhak menerima zakat).

Amil harus memastikan bahwa zakat yang terkumpul di distribusikan dengan adil dan benar kepada orang yang berhak menerimanya, serta memastikan bahwa dana zakat tersebut tidak di salahgunakan atau di salahgunakan.

Amil seringkali di tunjuk oleh pemerintah atau organisasi zakat untuk mengelola program zakat, dan biasanya mereka memiliki keahlian dan pengetahuan yang di perlukan untuk menjalankan tugas mereka secara efektif.

4. Muallaf

Muallaf adalah orang yang baru memeluk agama Islam dan membutuhkan bantuan untuk menetapkan dirinya dalam masyarakat Muslim. Dalam Islam, muallaf termasuk ke dalam kelompok asnaf. Yaitu kelompok orang yang berhak menerima zakat karena mereka membutuhkan bantuan dalam menjalankan kehidupan sebagai seorang Muslim.

Muallaf seringkali membutuhkan bantuan dalam berbagai hal, seperti belajar tentang agama Islam, mengenal budaya dan kebiasaan umat Muslim, serta memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

5. Riqab

Riqab dalam Islam merujuk pada pembebasan budak atau hamba sahaya. Dalam bahasa Arab, riqab secara harfiah berarti “leher” dan dalam konteks Islam, ini merujuk pada praktik pembebasan budak yang mengikatkan kebebasan seseorang pada seutas tali di lehernya.

Dalam konteks modern, meskipun praktik perbudakan sudah tidak ada lagi di banyak negara, pembebasan dari segala bentuk penindasan atau perbudakan masih relevan dan di anggap sebagai tindakan mulia dalam Islam. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam tentang perlunya keadilan sosial dan hak asasi manusia.

6. Gharimin

Gharimin adalah sebutan untuk orang yang berhutang atau memiliki utang yang harus di bayar, namun tidak memiliki cukup harta atau penghasilan untuk melunasi utang tersebut. Dalam Islam, gharimin termasuk ke dalam kelompok asnaf. Yaitu kelompok orang yang berhak menerima zakat karena membutuhkan bantuan dalam membayar utangnya.

Dalam praktiknya, zakat yang di berikan kepada gharimin dapat di gunakan untuk membantu melunasi utang mereka. Sehingga mereka dapat memulai kembali hidup mereka dengan tenang dan lebih sejahtera.

7. Fisabilillah

Fisabilillah adalah istilah dalam agama Islam yang bermakna “jalan Allah”. Dalam konteks keagamaan, fisabilillah merujuk pada segala tindakan atau usaha yang di lakukan untuk menegakkan agama Islam dan memperjuangkan kebenaran serta keadilan.

Dalam ajaran Islam, fisabilillah di anggap sebagai sebuah amal saleh yang sangat di anjurkan, dan seringkali di hubungkan dengan aktivitas-aktivitas seperti jihad fi sabilillah. Yaitu perjuangan untuk mempertahankan atau menyebarkan ajaran Islam serta mengatasi segala bentuk ketidakadilan dan penindasan.

8. Ibnu Sabil

Ibnu Sabil adalah sebutan untuk seorang musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan, dan kehabisan biaya untuk melanjutkan perjalanannya. Dalam ajaran Islam, ibnu sabil termasuk dalam kelompok asnaf. Yaitu kelompok orang yang berhak menerima zakat karena mereka membutuhkan bantuan dalam menjalankan kehidupan sebagai seorang Muslim.

Dalam praktiknya, zakat yang di berikan kepada ibnu sabil dapat digunakan untuk membantu membiayai perjalanan mereka agar bisa melanjutkan perjalanan mereka dengan aman dan nyaman, serta memenuhi kebutuhan dasar mereka selama perjalanan.

 

 

 

Jasa Rilidigital