Masokisme Dalam Sebuah Hubungan

Masokisme Dalam Sebuah Hubungan

RILIDIGITAL – Sobat RILI, Masokisme Dalam Sebuah Hubungan. Masokisme adalah istilah yang merujuk pada dorongan atau kecenderungan seseorang untuk menikmati. Atau mendapatkan kepuasan melalui rasa sakit, penderitaan fisik, atau kehancuran diri sendiri.

Secara psikologis, masokisme sering dihubungkan dengan konsep BDSM (Bondage, Discipline, Dominance, Submission, Sadism, Masochism). Di mana seseorang mendapatkan kenikmatan atau gairah seksual dari tindakan-tindakan yang dapat menyebabkan rasa sakit atau keterikatan fisik.

Masokisme bisa menjadi topik yang kompleks dan sensitif, dan sebagian besar praktik yang terkait dengan masokisme di lakukan dengan kesadaran dan persetujuan penuh dari semua pihak yang terlibat. Dalam konteks BDSM, keselamatan, persetujuan, dan batasan-batasan yang jelas sangat penting.

Selain itu, ada juga masokisme non-seksual, yang bisa mengacu pada dorongan seseorang untuk merasa terhukum, merasa sakit secara emosional, atau mengalami rasa sakit fisik tanpa kaitannya dengan aspek seksual.

Setiap bentuk masokisme harus di pahami secara mendalam dan di praktekkan dengan tanggung jawab, keselamatan, dan persetujuan antara pihak-pihak yang terlibat. Jika seseorang merasa khawatir tentang dorongan atau perilaku tertentu, penting untuk mencari bantuan profesional dari psikolog atau konselor.

Jenis – Jenis Masokisme

Masokisme dapat di bagi menjadi beberapa jenis berdasarkan fokusnya. Atau area di mana seseorang mencari kepuasan melalui rasa sakit atau keterikatan fisik. Berikut adalah beberapa jenis masokisme yang umum:

  1. Masokisme Seksual: Jenis masokisme ini terkait dengan mendapatkan gairah seksual atau kepuasan melalui rasa sakit fisik atau kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan BDSM (seperti pemukulan, perbudakan, atau dominasi dan penguasaan).
  2. Masokisme Emosional: Masokisme emosional terjadi ketika seseorang merasa puas atau mendapatkan kepuasan melalui rasa sakit atau penderitaan emosional. Hal ini bisa mencakup merasa terhukum, membiarkan diri tenggelam dalam perasaan sedih atau marah, atau mencari hubungan yang menyakitkan secara emosional.
  3. Masokisme Sendiri: Di kenal juga sebagai “self-harm” atau melukai diri sendiri secara fisik. Ini adalah bentuk masokisme di mana seseorang menyakiti diri mereka sendiri dengan sengaja untuk meredakan rasa sakit emosional, mengatasi kecemasan, atau merasa berkontrol atas hidup mereka.
  4. Masokisme Budaya atau Spiritual: Jenis masokisme ini terkait dengan kepatuhan atau penindasan diri sendiri sebagai bagian dari praktik budaya atau spiritual tertentu. Seperti praktik pengorbanan diri atau self-flagellation dalam beberapa agama atau kepercayaan.
  5. Masokisme Sosial: Jenis masokisme ini terjadi ketika seseorang mendapatkan kepuasan. Atau rasa berharga melalui penderitaan yang mungkin di sebabkan oleh masalah sosial. Misalnya merasa bersalah karena kesuksesan mereka sendiri atau merasa bahagia ketika orang lain gagal.
  6. Masokisme Keuangan: Beberapa orang dapat merasa puas atau menikmati ketidaknyamanan finansial. Misalnya dengan mengeluarkan uang berlebihan atau menghadapi risiko ekonomi yang tidak perlu.

Meskipun ada berbagai bentuk masokisme, tidak semua bentuk masokisme dapat di terima atau sehat. Beberapa bentuk masokisme dapat menyebabkan dampak negatif yang serius pada kesehatan fisik dan mental seseorang.

Jasa Rilidigital