berita  

Masjid-masjid Indonesia Terkena Skandal Kode QR Palsu karena Penipuan Amal

Masjid-masjid Indonesia Terkena Skandal Kode QR Palsu karena Penipuan Amal
Masjid-masjid Indonesia Terkena Skandal Kode QR Palsu karena Penipuan Amal

RilidigitalPolisi Indonesia baru-baru ini mengungkap kasus penipuan donasi yang melibatkan kode QR palsu di beberapa masjid dan pasar yang berlokasi di Jakarta dan Tangerang Selatan. Aksi penipuan tersebut terjadi baik di tempat umum seperti bank dan pasar, maupun di masjid. Polisi menemukan bahwa para pelaku menempelkan kode QRIS palsu mereka ke berbagai lokasi yang berisi akun mereka sendiri.

Komisaris Pol Auliansyah Lubis, Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya mengatakan, “Jadi bagaimana pelaku menempelkannya? Pelaku menempelkan QRIS-nya seolah-olah milik masjid itu sendiri.

Di jelaskannya, cara pertama dengan menempelkan QRIS palsu mereka di atas stiker QRIS yang ada.

“Kalau sudah ada QRIS masjid, pelaku akan menempelkan QRIS-nya di atas QRIS masjid yang sudah ada,” ujarnya.

Di tambahkannya, pelaku menempelkan stiker QRIS palsunya di partisi sebelah stiker QRIS yang sudah ada atau kosong, baik di tempel di samping QRIS yang sudah ada atau di partisi yang berbeda dengan QRIS yang ada, atau di tempel di lokasi baru yang belum ada QRIS-nya.

Selain itu, para tersangka memiliki beberapa stiker QRIS palsu yang tidak terpasang, dan mereka menggunakan ponsel untuk melakukan aktivitas ilegal. “Kami telah menyita beberapa stiker QRIS yang belum terpasang, serta ponsel yang di gunakan tersangka untuk melakukan aktivitas ilegal,” jelasnya.

Masjid-masjid Indonesia Terkena Skandal Kode QR Palsu karena Penipuan Amal

Tersangka di jerat dengan berbagai pasal, antara lain Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45a ayat 1 dan/atau Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Elektronik dan Transaksi, dan/atau Pasal 80 dan/atau Pasal 83 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, dan/atau Pasal 378 KUHP.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berdonasi melalui QRIS. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menahan di ri dari menyumbang karena kasus khusus ini. “Penipuan semakin marak di era di gital ini. Penting bagi kita untuk tetap waspada dan jangan sampai hal ini menyurutkan niat kita untuk mendonasikan uang kita,” ujar Zainut.

Sebelumnya, kode QRIS palsu yang di kaitkan dengan akun pribadi di temukan di beberapa masjid, antara lain Masjid Nurul Iman di Blok M Square, Masjid Nurullah di Pancoran Kota Kalibata, dan Masjid Istiqlal di Jakarta. Pelaku sempat menulis “Pemulihan Masjid” di barcode QRIS palsu untuk menyesatkan para donatur.**

Jasa Rilidigital