berita  

Ma’ruf Amin Mendorong Masyarakat Untuk Menghindari Pernikahan Anak

Ma'ruf Amin Mendorong Masyarakat Untuk Menghindari Pernikahan Anak
Ma'ruf Amin Mendorong Masyarakat Untuk Menghindari Pernikahan Anak

Rilidigital – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengimbau masyarakat untuk menghindari perkawinan anak karena tingginya risiko lahirnya anak stunting.

“Angka perkawinan anak yang masih tergolong tinggi ini harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Amin dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2023 di Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis.

Amin mengatakan, saat ini masih di temukan beberapa kasus pernikahan dini. Ia menilai, hal itu mungkin karena pandangan bahwa pernikahan dini tidak di larang oleh agama.

Amin, sebagai tokoh Islam sendiri, mencatat bahwa meskipun agama tidak melarang usia untuk menikah, perkawinan anak dapat membawa berbagai kerugian, termasuk stunting.

“Apapun yang membawa bahaya di larang oleh agama. Nabi sendiri mengatakan jangan membahayakan diri sendiri, jangan membahayakan orang lain, dan setiap bahaya harus di hindari, setiap bahaya harus di tiadakan,” ujarnya.

Lebih lanjut di katakannya, seorang ulama terkenal, Syekh Nawawi Al Bantani, juga mengatakan bahwa menghindari segala bahaya yang di proyeksikan adalah suatu kewajiban, terutama aspek-aspek yang sudah di yakini berbahaya.

Baca juga: Bali Memperketat Keberangkatan Pekerja Migran Untuk Mencegah Perdagangan Manusia

“Pernikahan dini sangat di yakini membawa berbagai bahaya dalam keluarga, sehingga menghindari pernikahan dini merupakan suatu keharusan,” tegasnya.

Ia mencatat, saat ini prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen. Sementara itu, angka prevalensi stunting nasional di targetkan mencapai 14 persen pada 2024.

Karena itu, prevalensi stunting harus di turunkan minimal 3,8 persen setiap tahun pada 2023 dan 2024, tegasnya.

Wapres mengimbau keluarga di Indonesia untuk memanfaatkan layanan posyandu dan pusat kesehatan

masyarakat (puskesmas) untuk memantau kesehatan ibu hamil serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ia juga mengimbau keluarga Indonesia untuk memperkaya pemenuhan gizi dan pengetahuan pengasuhan anak.

“Saya minta tenaga kesehatan memberikan informasi yang mudah di pahami dan lengkap terkait hal-hal

tersebut, baik (di berikan) secara langsung maupun melalui portal digital,” ujarnya.

Jasa Rilidigital