Mantan Jenderal Polisi Sambo Dijatuhi Hukuman Mati

 Ferdy Sambo di pengadilan Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023). Mantan jenderal itu di nyatakan bersalah.

 

 

RiliDigital.com ,Jakarta – Mantan Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo (50) menerima hukuman mati dari hakim atas perannya mendalangi pembunuhan seorang polisi muda, Joshua Nofriansyah Yosua Hutabarat (27). Ferdy Sambo menembak juniornya di rumahnya di Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Kasus Sambo telah memicu gelombang kritik keras dari netizen Indonesia terhadap institusi kepolisian.

Hakim memutuskan untuk memberikan hukuman mati pada Senin (13/2/2023), hukuman yang lebih tinggi dari hukuman penjara seumur hidup yang di tuntut jaksa.

Kasus ini membingungkan publik karena Sambo dan istrinya mencoba memutarbalikkan fakta pembunuhan. Yosua juga di tuduh melakukan pelecehan seksual dan berusaha menembak Sambo.

Sebelum pembunuhan, Sambo meminta bawahannya Ricky Rizal untuk membantu pembunuhan itu, tetapi yang terakhir menolak. Sambo kemudian bertanya kepada polisi muda lainnya: Richard Eliezer (24). Dan Richard bersedia membantu Sambo membunuh Yosua.

Istri Sambo, Putri Candrawathi (49), juga memperkaya plot setelah mengaku di lecehkan oleh Yosua. Tetapi pengadilan menemukan bahwa klaimnya tidak berdasar. Jaksa mengatakan bahwa Putri selingkuh dengan Yosua.

Kemudian, Sambo mengaku bahwa dia percaya kata-kata Putri tentang pelecehan itu, karena dia tidak bisa memahami mengapa istrinya berbohong.

Richard Eliezer juga akhirnya mengakui kisah nyata di balik pembunuhan tersebut. Juga tidak ada baku tembak di rumah, dan Sambo-lah yang menembak dinding untuk menciptakan kesan perkelahian.

Putri Candrawathi pada Oktober 2022.

Pada hari yang sama, pengadilan juga menghukum Putri Candrawati dengan 20 tahun penjara. Hukumannya delapan tahun lebih lama dari yang di inginkan jaksa

Hakim mengatakan bahwa Putri mempersulit persidangan dengan memberikan penjelasan yang bertele-tele dan juga bermain sebagai korban.

Mantan Jenderal Polisi Sambo

Apalagi perilakunya di katakan merusak reputasi Bhayangkari (istri-istri polisi).

Ibu dari Yosua, Rosti Simanjuntak, menyatakan puas atas vonis mati untuk Sambo. Dia mengatakan putusan itu merupakan “kemenangan bagi seluruh rakyat Indonesia”.

“Keluarga kami sangat berterima kasih kepada hakim dan pihak-pihak yang mendukung kami,” kata Rosti Simanjuntak yang juga hadir di pengadilan Jakarta Selatan.

Rosti juga menolak tuduhan pelecehan dari Putri Candrawathi terhadap anaknya. Dia menyebut Putri sebagai “wanita iblis”.

Richard Eleizer akan di jatuhi hukuman pada hari Rabu.

 

 

Jasa Rilidigital