Majelis Hakim Putuskan Ferdy Sambo Dengan Vonis Mati

RILIDIGITAL – Sobat RILI, Majelis Hakim Putuskan Ferdy Sambo Dengan Vonis Mati. Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Ferdy Sambo di vonis dengan hukuman mati. Dalam kasus pembunuhan berencana terhadap mantan ajudannya yakni Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menilai, Ferdy Sambo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Josua sebagaimana yang di dakwa jaksa penuntut umum (JPU).

Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso menyatakan. Bahwa Ferdy Sambo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana.

Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana dan tanpa hak melakukan tindakan yang menyebabkan sistem elektronik menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Hakim Wahyu Iman Santoso melanjutkan dakwaannya dengan menjatuhkan terdakwa dengan pidana mati

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut agar Ferdy Sambo di jatuhi pidana hukuman penjara seumur hidup.

Ferdy Sambo menjadi terdakwa bersama istrinya yaitu Putri Candrawathi. Serta dua ajudannya, yakni Richard Eliezer atau Bharada E dan Ricky Rizal atau Bripka RR.

Selain itu, seorang asisten rumah tangga (ART) dan juga sekaligus sopir pribadi keluarga Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf, juga ikut menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai bahwa Ferdy Sambo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Yang telah di rencanakan terlebih dahulu.

Mantan anggota Polri dengan pangkat jenderal bintang dua itu di nilai telah melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Ferdy Sambo juga terbukti terlibat melakukan obstruction of justice atau perintangan penyelidikan terkait pengusutan kasus kematian Brigadir Josua. Ia juga terbukti melanggar Pasal 49 Undang-Undang ITE juncto Pasal 55 KUHP.

Jasa Rilidigital