Latto-Latto: Memenangkan Kembali Hati Anak-Anak di Era Digital.

rilidigital.com – Penjual mainan kini merebut kembali hati anak-anak yang “kecanduan gadget” masa kini dengan latto-latto atau clackers yang sedang meroket di Indonesia.

Ponsel telah menjadi lebih banyak kutukan daripada anugerah bagi penjual mainan.

Anak-anak zaman sekarang biasanya lebih suka menggunakan ponsel daripada bermain dengan mainan tradisional. Tetapi anak-anak saat ini sedang istirahat dari smartphone mereka mengikuti kegilaan latto-latto nasional. Mereka akan pergi ke penjual mainan terdekat —baik sendiri atau bersama orang tua mereka—agar tidak ketinggalan tren.

Jemaras adalah penjual mainan di Kebayoran Lama, Jakarta. Saat Jakarta Globe mampir ke kios Jemaras, seorang ibu sedang membelikan latto-latto untuk anaknya.

“Alhamdulillah penjualannya naik sejak latto-latto viral. Latto-latto relatif murah dan terjangkau untuk anak-anak,” kata Jemaras kepada Globe.

“Jadi anak-anak yang biasanya main ponsel bisa beralih bermain latto-latto,” kata Jemaras sambil menambahkan mainan itu tidak akan merusak mata anak, tidak seperti layar handphone.

Latto-latto, juga dikenal sebagai noknok, terdiri dari dua bola plastik berwarna cerah di atas tali dengan cincin kecil di tengahnya. Pemain akan membuat gerakan tangan naik-turun, menyebabkan bola memantul satu sama lain dan karenanya mengeluarkan suara klak yang khas.

Latto-latto pertama kali hadir di pasar AS pada 1960-an, meskipun orang Amerika mungkin mengenal mainan itu sebagai clackers. Itu juga populer di Indonesia pada 1990-an.

“Latto-latto adalah berkah di era Youtube ini. Yah, saya tahu tren ini akan memudar, tapi mudah-mudahan akan terus berlanjut. Mainan lain di kios saya juga laku, tapi tidak sehebat latto-latto yang saat ini banyak peminatnya,” kata Jemaras.

Latto-latto yang dipajang di kios Jemaras hadir dalam berbagai ukuran dan warna. Jemaras menjual latto-latto yang lebih kecil hanya seharga Rp 10.000 ($0,64), dan yang lebih besar masing-masing seharga Rp 20.000. Ada juga model latto-latto yang lebih baru, dilengkapi dengan pegangan, dan harganya hanya Rp 15.000

Bukan hanya anak-anak yang menyukai mainan ini. Bahkan ketika Globe berjalan-jalan di sekitar pasar Kebayoran Lama, beberapa orang dewasa terlihat mencoba membuat dua bola latto-latto saling klik. Menurut Jemaras, latto-latto mulai terkenal di Indonesia sekitar November 2022, tetapi menjadi lebih populer setelah malam tahun baru.

“Saya juga pernah nonton di TV, Presiden Jokowi pernah main mainan itu sama Ridwan Kamil!” kata Jemaras.

Jemaras merujuk pada saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi pasar tradisional di Subang, Jawa Barat. Dalam video yang diunggah Gubernur Jabar Ridwan Kamil, seorang anak mengajari Jokowi cara bermain dengan mainan yang viral itu. Presiden semuanya tersenyum saat dia mencoba latto-latto. Ridwan Kamil pun ikut bergabung, bahkan bermain dengan dua latto-latto sekaligus.

Jasa Rilidigital