berita  

KPK Tunjukkan Uang Tunai Rp 82 Miliar yang Disita dari Kasus Korupsi Lukas Enembe

KPK Tunjukkan Uang Tunai Rp 82 Miliar yang Disita dari Kasus Korupsi Lukas Enembe
KPK Tunjukkan Uang Tunai Rp 82 Miliar yang Disita dari Kasus Korupsi Lukas Enembe

Rilidigital – Komisi Pemberantasan Korupsi, atau KPK, pada hari Senin menunjukkan setumpuk uang kertas senilai setidaknya Rp 82 miliar ($ 5,4 juta) dalam berbagai mata uang yang di sita dari Gubernur Papua yang tercela Lukas Enembe, yang di adili karena dugaan korupsi.

Langkah untuk menunjukkan uang kertas dalam konferensi pers di kantor pusat KPK di Jakarta datang setelah KPK menambahkan tuduhan pencucian uang ke penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung terhadap Lukas, yang telah berulang kali menuntut pembebasan dengan alasan kesehatan.

Uang kertas tersebut terdiri dari Rp 81.628.693.000, Sin$ 26.300 dan US$5.100.

“Dalam upaya mengoptimalkan pengembalian aset negara hasil tindak pidana pencucian uang, KPK kembali menyita aset [dari Lukas],” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi tersebut.

Tidak jelas bagaimana Lukas mencuci uang itu.

Dia saat ini di adili untuk kasus korupsi terpisah dan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta

Selatan menolak pembelaannya pada hari sebelumnya, yang berarti persidangan akan di lanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

Dalam persidangan yang sedang berlangsung, Lukas di dakwa menerima suap lebih dari Rp 46,8 miliar.

Alexander mengatakan Lukas di duga menggunakan uang dari anggaran pemerintah provinsi untuk bermain kasino di negara lain.

“Sebagian besar uang yang dia gunakan untuk berjudi di ambil secara ilegal dari anggaran provinsi,” kata Alexander.

Lukas di tangkap pada bulan Januari setelah kebuntuan selama berbulan-bulan dengan para pendukungnya yang melindunginya dari penangkapan oleh KPK.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengungkapkan sebelumnya bahwa Lukas telah

melakukan pembayaran sebesar 55 juta dolar Singapura (US$39 juta) ke kasino di luar negeri sejak 2017

setelah mereka menganalisis catatan keuangan gubernur atas permintaan KPK.

Pada satu titik, Lukas menghabiskan 5 juta dolar Singapura dalam satu pembayaran kasino, menurut PPATK.

Jasa Rilidigital