KPK Siapkan Dakwaan Baru Usai Hakim Agung Bebas Dari Tindak Pidana Korupsi

KPK Siapkan Dakwaan Baru Usai Hakim Agung Bebas Dari Tindak Pidana Korupsi
KPK Siapkan Dakwaan Baru Usai Hakim Agung Bebas Dari Tindak Pidana Korupsi

Rilidigital – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendakwa Hakim Agung Gazalba Saleh dengan pasal pencucian uang setelah ia di vonis bebas oleh Pengadilan Tipikor di Bandung, Selasa.

Jaksa telah menuntut hukuman penjara 11 tahun untuk keadilan karena di duga menerima suap dalam penanganan kasus perdata, tetapi pengadilan Bandung memutuskan bahwa tidak ada bukti yang memberatkan dan memerintahkan pembebasannya segera dari fasilitas penahanan KPK.

Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan pada hari Rabu komisi akan mengejar dakwaan baru terhadap Gazalba sambil menantang pembebasannya ke Mahkamah Agung.

“KPK akan melanjutkan penyidikan tindak pidana pencucian uang terhadap tersangka GS sampai kasus tersebut di sidangkan oleh pengadilan,” ujarnya.

Itu berarti hakim Mahkamah Agung dapat di tangkap kembali dan di tahan sebelum persidangannya

setelah dia di izinkan pulang pada Selasa malam berdasarkan perintah pengadilan.

Baca Juga: Indonesia Akan Mengupayakan Konsolidasi Para Pemuka Agama ASEAN Di IIDC 2023

“KPK tidak pernah membiarkan tersangka pergi begitu saja tanpa di tahan,” kata Ali.

Dia juga menolak untuk mengakui kekalahan dalam kasus korupsi melawan keadilan.

“KPK memiliki bukti yang sangat kuat dalam kasus tersebut sehingga kami akan segera mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung,” kata Ali.

Gazalba di tangkap pada Desember tahun lalu karena di duga menerima suap dalam menangani

gugatan pailit terhadap pemberi pinjaman kecil di Jawa Tengah.

Penangkapannya terjadi lebih dari dua bulan setelah sesama Hakim Agung Sudrajad Di myati

di tetapkan sebagai tersangka korupsi untuk kasus yang sama.

Menurut KPK, Gazalba di janjikan 202.000 dolar Singapura oleh pengusaha yang mengajukan putusan pailit terhadap koperasi pembiayaan Intidana.

KPK telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus tersebut, sebagian besar panitera dan panitera Mahkamah Agung.

Jasa Rilidigital