berita  

KPK, ICAC Menggelar Pelatihan Bersama Untuk Menggenjot Upaya Antikorupsi

KPK, ICAC Menggelar Pelatihan Bersama Untuk Menggenjot Upaya Antikorupsi
KPK, ICAC Menggelar Pelatihan Bersama Untuk Menggenjot Upaya Antikorupsi

Rilidigital – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Independent Commission Against Corruption (ICAC) Hong Kong, China, mengadakan Joint Financial Investigation Specialized Training untuk meningkatkan kapabilitas pemberantasan korupsi masing-masing negara.

Pelatihan itu mencakup beberapa aspek, dengan fokus utama pemeriksaan keuangan khusus, kata Plt Deputi Bidang Informasi dan Data KPK Eko Marjono di Jakarta, Selasa.

KPK sering menemukan kasus keuangan yang melibatkan korporasi dan individu, katanya.

“Pengalaman dari ICAC Hong Kong akan bermanfaat dalam pelaksanaan tugas KPK. Tidak hanya capacity building, kegiatan ini juga dapat di perluas dengan joint investigation terkait asset recovery,” jelasnya.

Pada tahun 2019, KPK membentuk Unit Forensic Accounting (FA) untuk membantu penyidik ​​dalam menangani kasus korupsi, khususnya dengan mendorong upaya pemulihan aset.

Baca juga: ASEAN Tidak Boleh Meninggalkan Isu HAM di Kawasan: Menteri

Untuk memberikan analisis yang akurat dan efisien, unit FA menggunakan teknologi pembelajaran mesin untuk meningkatkan efektivitas penanganan kasus.

Akibatnya, kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan analis dalam menggunakan pembelajaran mesin menjadi semakin penting untuk mendukung tugas menganalisis data dalam jumlah besar.

Marjono berharap peserta pelatihan seperti penyidik ​​dan penuntut umum dapat meningkatkan kemampuan analisis akuntansi forensik dan mempelajari proses analisis yang meliputi pengumpulan informasi dan data, evaluasi, analisis, dan pengembangan sistem yang memadai di ICAC Hong Kong.

Mereka bisa belajar dari pengalaman ICAC Hong Kong dalam menangani berbagai kasus penipuan dan korupsi tingkat tinggi yang melibatkan korporasi, serta penggunaan machine learning untuk menangani kasus-kasus tersebut, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Senior Investigator of the Operations Department ICAC Hong Kong Joan

Wong menyatakan bahwa sejak di dirikan pada tahun 1974, ICAC mengadopsi tiga pendekatan untuk

memerangi korupsi: penegakan hukum yang kuat, pencegahan sistemik, dan pendidikan komprehensif.

Melalui pendekatan-pendekatan ini, ICAC telah mampu mengatasi baik gejala maupun akar penyebab korupsi.

Baca juga: Menteri: Buruh Migran Bisa Membantu Membangun Indonesia

Selain penegakan hukum, ICAC memberikan penekanan yang sama pada pendidikan publik dan

pencegahan sistemik untuk menjaga budaya integritas di antara anggota masyarakat,

sehingga menghilangkan korupsi dari tempat berkembang biaknya.

Melalui pendekatan “etika untuk semua”, yang melibatkan pembentukan kemitraan dengan sektor

publik dan swasta, ICAC membantu memperkuat kapasitas pencegahan korupsi dan menyebarkan pesan antikorupsi kepada masyarakat.

ICAC di dirikan dengan tujuan mendidik masyarakat tentang korupsi dan mendapatkan dukungan publik untuk pemberantasan korupsi, kata Wong.

Kegiatan ini di gelar selama tiga hari hingga Kamis. Kegiatan tersebut di ikuti sekitar 40 orang yang

terdiri dari jaksa, penyidik, petugas Direktorat Labuksi, Laboratorium Alat Bukti Elektronik,

Unit Analis Pengolahan Informasi, Unit Akuntansi Forensik, dan Direktorat Pembinaan Jaringan Komisi dan Kelembagaan.

Materi pelatihan meliputi Perencanaan Investigasi di ICAC, Proses Investigasi, dan Studi Kasus

Investigasi Korupsi. Akuntan Forensik ICAC Hong Kong Natalie Li juga menjadi pembicara dalam acara tersebut.

Jasa Rilidigital