berita  

Kisah Dua Mantan Presiden: Akankah SBY dan Megawati Soekarnoputri Bertemu Sebelum Pemilu 2024?

Kisah Dua Mantan Presiden: Akankah SBY dan Megawati Soekarnoputri Bertemu Sebelum Pemilu 2024?
Kisah Dua Mantan Presiden: Akankah SBY dan Megawati Soekarnoputri Bertemu Sebelum Pemilu 2024?

Rilidigital – Putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berbicara tentang kemungkinan pertemuan antara ayahnya dan pendahulunya, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Hampir dua dekade hubungan SBY dan Mega renggang.

AHY mengatakan tidak ada yang namanya musuh abadi. Ia yakin ada itikad baik dari kedua mantan presiden untuk bertemu.

“Kami sebagai generasi penerus sebenarnya menyambut dengan gembira jika hal itu bisa terwujud,” kata AHY saat jumpa pers di kantor Partai Demokrat, Kamis.

Namun, AHY menyatakan bahwa tidak boleh ada tekanan. Dia mengaku berkomunikasi dengan putri Megawati, Ketua DPR saat ini Puan Maharani. Putri sebelumnya juga mengungkapkan harapan tentang kemungkinan pertemuan.

“Kami paham tidak ada yang bisa di paksakan satu sama lain,” kata AHY. “Biar mengalir. Setidaknya saya dan Mbak Puan membangun komunikasi yang baik.”

20 tahun yang lalu

Persaingan antara SBY dan Mega di mulai pada akhir 2023. Mantan Presiden SBY pernah menjadi anggota kabinet Megawati, menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Megawati memegang kursi kepresidenan setelah Presiden Gus Dur di makzulkan pada 2001. Peristiwa politik itu membuka jalan bagi Megawati yang saat itu menjabat Wakil Presiden untuk menjadi presiden.

Namun pada September 2003, SBY mendirikan Partai Demokratnya, dan dia dipandang sebagai calon presiden berikutnya. Menurut survei LSI, popularitas mantan jenderal itu bahkan lebih tinggi dari Presiden Mega sendiri.

SBY meninggalkan kabinet Megawati untuk selamanya pada awal 2004, dan menyatakan siap mencalonkan diri sebagai presiden. Beberapa bulan kemudian, dia memenangkan pemilihan, dan kemudian dia menang lagi pada tahun 2009, menang dua kali melawan Megawati.

Partai Megawati, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menjadi penentang pemerintah selama satu dekade, hingga seorang walikota bernama Joko Widodo mendapat perhatian nasional setelah mendukung mobil buatan siswa sekolah kejuruan. Kebetulan walikota itu anggota partai Megawati. Megawati kemudian membuka jalan bagi Widodo untuk menjadi yang berikutnya

SBY dan Mega sebelumnya bertemu saat KTT G20 di Bali, namun saat itu partai politiknya belum mengumumkan pilihannya untuk pemilu 2024.

Kini rivalitas SBY dan Megawati di perkirakan akan berlanjut karena partai mereka memiliki koalisi yang berbeda.

Untuk pemilu mendatang, Partai Demokrat lebih dekat dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang siap bersaing dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang di dukung Megawati.

Namun AHY tidak berniat membakar jembatan tersebut. Dia mengungkapkan konten bahwa kedua belah pihak saling menghormati.

“Sama-sama tahu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan punya calon presiden. Partai Demokrat yang sedang membangun Koalisi Perubahan juga merasa oke. Tapi kita bisa duduk, bicara, dan kita bisa melihat ke depan ke depan,” ujar AHY.

Jasa Rilidigital