berita  

Kementerian mendesak Hong Kong untuk meningkatkan upah minimum pekerja migran

Kementerian mendesak Hong Kong untuk meningkatkan upah minimum pekerja migran
Kementerian mendesak Hong Kong untuk meningkatkan upah minimum pekerja migran

Rilidigital.com , Jakarta – Kementerian mendesak Hong Kong untuk meningkatkan upah minimum pekerja migran .Kementerian Tenaga Kerja Indonesia (PUPR) mendorong otoritas Hong Kong menaikkan upah minimum Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Saya mendesak otoritas Hong Kong untuk mempertimbangkan kenaikan upah minimum PMI pada tahun 2023, mengingat perkembangan kebutuhan dasar saat ini,” kata Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dalam sebuah pernyataan yang di terima di sini, Senin (31 Juli).

Dalam pertemuan bilateral dengan Sekretaris Departemen Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hong Kong, Chris Sun Yu Han,

Menteri Fauziyah juga meminta hak-hak dasar bagi PMI lain dari otoritas Hong Kong,

seperti pemrosesan visa yang mudah, adil, dan cepat serta istirahat tanpa gangguan baik siang maupun malam.

Menurut Menkeu, istirahat yang cukup akan berdampak positif bagi kesehatan dan kemampuan kerja PMI.

“Saya ingin otoritas Hong Kong dapat menetapkan peraturan mengenai jam kerja dan waktu istirahat bagi pekerja rumah tangga asing,” katanya.

Namun, dalam perekrutan dan penempatan PMI, menteri mengatakan bahwa pemberi kerja harus membayar biaya penempatan.

Otoritas Hong Kong telah menentukan komponen biaya yang harus di tanggung oleh pemberi kerja dan tertulis dalam Kontrak Kerja Standar.

Sementara itu, Indonesia juga menentukan komponen biaya penempatan yang dapat di bebankan kepada pemberi kerja.

“Yang sudah tertuang dalam Standar Kontrak Kerja, tidak hanya komponen biaya sesuai peraturan Hongkong tapi juga komponen biaya sesuai negara asal pekerja,” katanya.

Kementerian mendesak Hong Kong

Pada pertemuan tersebut, Menteri Fauziyah juga menyampaikan ketajamannya kepada otoritas Hong Kong untuk membuka peluang bagi

PMI untuk bekerja di sektor formal yang membutuhkan keterampilan tingkat tinggi, seperti perawat, perawat lansia, dan pekerjaan di sektor perhotelan.

Baca Juga : Petamburan V Connecting Channel di Jalan Administtasi LAN Dibersihkan

“Saya percaya bahwa melalui kerja sama antara Indonesia dan Hong Kong, khususnya di bidang ketenagakerjaan, dapat menjadi lebih kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Fauziyah mencatat bahwa pemerintah Indonesia juga terus melakukan upaya perlindungan dan diplomasi secara intensif untuk

Meningkatkan perlindungan hak-hak PMI, termasuk yang bekerja di Hong Kong.

Jasa Rilidigital