berita  

Kemenkes salurkan bantuan Rp300 juta untuk korban longsor di Papua

Kemenkes salurkan bantuan Rp300 juta untuk korban longsor di Papua
Kemenkes salurkan bantuan Rp300 juta untuk korban longsor di Papua

RilidigittalKementerian Sosial mengambil langkah cepat tanggap bencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Walait, Kabupaten Jayawijaya, Dataran Tinggi Papua, dengan menyalurkan bantuan dan dana santunan senilai Rp300 juta kepada para korban.

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos Adriananus Alla dalam keterangan tertulis yang di terima di Jakarta, Sabtu, mengatakan bantuan itu di salurkan atas instruksi Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. penduduk yang terkena dampak.

“Sesuai arahan Ibu Menteri, kami dari Kementerian Sosial telah mengirimkan bantuan yang di butuhkan para pengungsi dengan mengutamakan bantuan logistik yang di butuhkan, seperti alas kaki, peralatan dapur, perlengkapan keluarga, pakaian, dan makanan siap saji, selama mengungsi. ” komentarnya.

Bantuan di salurkan melalui gudang Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura.

Bantuan yang di salurkan terdiri dari 15 paket alas kaki, 15 paket peralatan dapur keluarga,

15 paket family kit, 100 paket pembalut, 50 paket popok anak, 50 selimut, 75 kasur, 10 paket beludru, 100 paket pakaian dewasa, dan 50 seprai.

Selain itu, kementerian memberikan 20 set tenda gulung, 15 set tenda keluarga, 50 paket baju anak,

200 paket makanan siap saji, 80 paket makanan bayi, dan 200 paket lauk siap saji. Bantuan fisik tersebut bernilai total Rp234,5 juta.

Tim distribusi juga menyerahkan dana santunan sebesar Rp 66 juta untuk korban jiwa dan luka-luka.

Longsor terjadi di Kecamatan Walait, Kabupaten Jayawijaya, pada 10 Mei lalu, menyusul hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Bencana tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga korban jiwa, sementara 12 keluarga terpaksa mengungsi.

“Kami berharap bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan para pengungsi,” kata Alla.

Mencermati bencana ini, ia mengimbau masyarakat yang berada di lokasi rawan bencana untuk tetap

waspada dalam menghadapi risiko bencana, terutama jika terjadi cuaca buruk.

Jasa Rilidigital